Tampilkan postingan dengan label Laguna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laguna. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Goropa Goreng Rica


Ikan Kerapu, umumnya dikenal dengan istilah “groupers”. Di daerah Gorontalo di kenal dengan nama Goropa. Ikan Goropa merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik di Gorontalo. karena nilai jualnya yang cukup tinggi. Ikan Goropa mempunyai sifat – sifat yang menguntungkan untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat dan dapat di produksi massal. Jenis ikan ini biasanya dibuat menu bakar dan goreng. Rumah – rumah makan dan Restaurant di Gorontalo sering menyediakan menu ikan goropa. Rumah – rumah makan di sepanjang garis pantai wilayah gorontalo banyak menyediakan menu ikan goropa yang masih segar.
Tak mengherankan jika menu jenis ini laris manis di daerah gorontalo, terutama menu Goropa Goreng Rica. Walaupun di berbagai daerah di indonesia tersedia jenis menu ini, penyajiannya pasti berbeda dengan resep yang berbeda pula, Untuk mencoba menu ini di rumah, berikut resep sederhana ikan Goropa Goreng Rica.

Bahan
  • 2 ekor ikan Goropa (Kerapu)
  • 5 sdm tepung terigu
Haluskan
  • 3 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 1 sdt garam
Saus
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 1 sdm minyak wajen
  • 6 siung bawang putih, iris halus
  • 10 bh cabai rawit merah, memarkan
  • 3 sdm taoco pedas
  • 150 ml kaldu
  • 1/2 sdt garam dan 1 sdt gula
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 4 batang daun bawang, iris halus
  • 1 sdm tepung maizena, larutkan sedikit air.
Cara Membuat
  1. Sayat punggung ikan, lumuri ikan dengan bumbu halus.
  2. Diamkan selama 15 m, taburi dengan tepung terigu, goreng, lalu angkat.
  3. Saus : panaskan minyak dan minyak wijen, tumis bawang putih, masukkan cabai rawit, lalu di aduk.
  4. Tambahkan tauco pedas, aduk, tuangi kaldu, didihkan.
  5. Bubuhi garam, gula, merica, daun bawang, aduk. Kentalkan dengan larutan maizena, lalu di aduk.
  6. Angkat dan tuangi saus keatas goropa goreng. Sajikan.
Untuk menikmati hidangan Goropa Goreng Rica siap saji di wilayah gorontalo, Anda dapat menikmatinya di rumah – rumah makan sari laut. Yang paling terkenal adalah Goropa Goreng Rica Sari Laut Mas Bambang, yang terletak di kawasan Jl. Nani Wartabone, kompleks Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo.
(hulondhalo)
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Rahasia Kelezatan Ikan Bakar Gorontalo

Ikan bakar yang lezat dengan aneka sambal pedas atau dabu – dabu
menjadi salah satu primadona hidangan di Gorontalo. Menu makanan ini tampaknya sudah menjadi keharusan, baik di warung – warung makan sederhana sampai ke restoran terkemuka di provinsi gorontalo. Memang Provinsi Gorontalo merupakan salah satu wilayah maritim penghasil ikan yang sangat kaya. Kondisi kelautannya yang relatif masih belum tercemar dan alami, membuat ikan dan hasil laut lainnya tergolong berkualitas prima. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi cita rasa hidangan panganan laut ala gorontalo. Ikan dari gorontalo tetap mempunyai rasa yang agak manis dengan daging yang kenyal walaupun telah dibakar sekalipun. Meski banyak hidangan lain yang ditawarkan tetapi hidangan ikan bakar tampaknya demikian populer baik di kalangan masyarakat setempat maupun para pendatang. Disamping kualitasnya yang prima, sajian hidangan ikan bakar di Gorontalo ini terkenal karena kekhasannya. Berikut kita akan lihat berbagai hidangan ikan bakar yang sangat populer di daerah gorontalo serta rahasia yang membuat hidangan ikan bakar dari Gorontalo ini sangat istimewa kelezatannya.

Hidangan ikan bakar ala Gorontalo ini menjadi sangat istimewa karena menu pendamping serta sambal pedas yang menyertainya. Bukan hidangan Ikan Bakar namanya jika tidak disantap dengan sambal rica dan sambal dabu-dabu. Dan, hidangan ikan bakar pun tidak terasa lengkap tersaji tanpa sayur tumis kangkung atau pun tumis bunga pepaya. Dan, rahasia kelezatan hidangan ikan bakar ini sebenarnya terletak pada dua hal, yaitu kesegaran dan pengolahan ikan serta keunikan rasa khas pada sambalnya.

Adapun rahasia kelezatan ikan bakar Gorontalo terletak pada kesederhanaan pengolahan sebelum ikan dibakar. Apapun jenis ikan yang dipilih untuk hidangan ini terlebih dahulu ikan dibumbui garam dan perasan jeruk kingkit. Yaitu sejenis jeruk nipis tetapi ukurannya lebih kecil dengan bagian dalamnya berwarna orang muda. Rasa masam jeruk ini terasa agak sedikit manis dengan keharuman yang sangat khas. Aroma jeruk kingkit ini disamping menghilangkan bau amis ikan juga mempertajam rasa asli dari ikannya itu sendiri. Dan menu ikan bakar Gorontalo ini memilih ikan-ikan yang memiliki rasa khas, seperti Ikan Batu (Goropa), Baronang, Cakalang, Krapu, dan Kembung Banjar. Oleh karena ikan-ikan dari silayah ini memiliki kesegaran dan kualitas prima, maka pengolahan yang sederhana tersebut menjadikan kita dapat dengan jelas membedakan rasa asli dari masing-masing jenis ikan yang dihidangkan.

Rahasia lain dari kelezatan ikan bakar Gorontalo ini terletak pada proses pembakarannya. Setelah ± 10 menit didiamkam dalam bumbu garam dan perasan jeruk kingkit, bagian luar ikan dikeringkan dengan menggunakan kain bersih. Setelah itu dilumuri dengan minyak jelantah, atau minyak yang telah dipakai untuk menggoreng. Hal ini disamping menjaga agar kulit ikan tidak rusak karena menempel pada alat pembakarannya juga ikan menjadi lebih cepat matang tanpa menjadi gosong. Pelumuran minyak jelantah pada kulit ikan ini juga akan membuat ikan tampak mengkilat ketika dihidangkan.

Seperti yang telah dituliskan sebelumnya pada artikel dabu – dabu, rahasia lain dari kelezatan hidangan ikan bakar ini terletak pula pada sambal pelengkapnya. Yaitu sambal rica dan sambal dabu – dabu. Jika sambal rica disajikan dengan cara dilumuri pada ikannya, maka sambal dabu-dabu disajikan secara terpisah dari ikan bakar yang menjadi menu utamanya. Apa rahasia kedua sambal istimewa tersebut?

Rahasia kelezatan sambal rica yang dilumuri pada ikan terletak pada proses pembakarannya. Bumbu rica yang terdiri dari gerusan kasar cabai merah, jahe, dan bawang merah ditambahi dengan perasan jeruk kingkit dan minyak goreng. Minyak berbumbu rica ini dioleskan pada ikan sebelum dibakar. Sehingga rasa rica yang pedas meresap kedalam ikan dengan sempurna. Sisa dari olesan bumbu rica lalu ditumis dan disiramkan di atas ikan yang telah dibakar matang.

Berbeda dengan sambal dabu – dabu yang disajikan secara terpisah dengan ikannya. Sambal khas yang segar ini terdiri potongan bulat dan kasar dari bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat mengkal. Setelah potongan bumbu dabu-dabu ini diletakkan di dalam wadah tambahi garam lalu disiram dengan minyak goreng panas dan diberi perasan jeruk kingkit yang harum. Selengkapnya tentang menu ini dapat And abaca di sini.

Hidangan ikan bakar dengan kedua jenis sambal khas ini terasa kurang lengkap jika tidak disantap dengan sayuran yang berupa tumisan kangkung atau tumisan bunga pepaya. Kombinasi hidangan ikan bakar ala Gorontalo ini dijamin memuaskan selera dan cita rasa bersantap anda. Jika Anda berkunjung ke daerah gorontalo, sempatkanlah untuk menyentap hidangan ikan bakar ala gorontalo. Di jamin, pasti Anda akan merasakan cita rasa yang benar – benar beda. Info rumah makan yang menyediakan menu ini akan di artikelkan selanjutnya.
(hulondhalo)

Mencicipi Hidangan Kanton di Yan Palace

INGIN menikmati menu Kanton nan lezat tak harus jauh-jauh ke Negeri China. Di Indonesia, menu ala Kanton pun mudah dijumpai. Salah satunya di Yan Palace, Jakarta.

Seperti halnya hidangan Indonesia, khasanah kuliner China juga tak kalah banyaknya. Hampir setiap daerah memiliki keunikan kuliner tersendiri. Salah satu daerah di China yang populer dengan kelezatan menunya adalah Kanton. Konon, masakan Kanton merupakan hasil pengembangan dari masakan Hong Kong. Jadi, tidak heran jika cita rasa ala Hong Kong sedikit hadir pada masakan Kanton.

Menu Kanton terdiri atas beragam hidangan dengan berbagai cara memasak. Di antara berbagai cara dan teknik memasak, menu tumisan menjadi ciri khas menu Kanton ini. Yang juga menjadi ciri khasnya adalah cita rasa masakan yang halus dan ringan. Selain itu, teknik memasaknya pun selalu mengandalkan api besar, namun dimasak dengan waktu yang sebentar. Teknik ini digunakan untuk menonjolkan kesegaran bahan makanan yang diracik, terutama pada saat memasak sayuran.

Salah satu restoran yang menyajikan hidangan Kanton adalah restoran Yan Palace yang terletak di Mezzanine Floor Hotel Santika Premiere Jakarta. Restoran yang kental dengan suasana dan dekorasi elegan bergaya China ini menyajikan aneka masakan Kanton. Menu-menu tersebut dihidangkan dalam menu ala cartedan set menu. Beragam menu pembuka hingga menu penutup siap tersaji untuk para pencinta masakan Kanton.

Semua hidangan lezat ala Kanton dihasilkan di dapur berkonsep “open kitchen” . Salah satu koki dari Hotel Santika Premiere Jakarta, Samudji menuturkan, segala menu masakan di sini semuanya nikmat. Tapi yang difavoritkan, antara lain daging sapi dengan saus merica hitam. Dalam menu ini, Samudji meracik irisan daging sapi yang dipotong cukup besar dengan saus pedas khas yang dibuat dari merica hitam.

“Pedasnya berbeda dengan pedas yang lain. Karena untuk penambah rasa pedas kita menggunakan merica hitam, bukan cabai. Sensasi pedas lada hitam inilah yang membuat menu ini memiliki cita rasa pedas yang beda,” ucapnya.

Sentuhan seni dalam penyajian hidangan juga menjadi ciri dari masakan yang satu ini. Salah satu masakan yang kerap ditata dengan sentuhan seni sehingga memiliki tampilan indah dan bercita rasa tinggi ialah kung pow chicken. Dalam penyajiannya, menu ini ditata di dalam mangkuk yang terbuat dari irisan kentang yang sudah diolah dan terbentuk menjadi mangkuk. Paprika merah dan hijau juga irisan cabai merah kering pun mempercantik hidangan ini.

Tidak kalah dengan tampilannya, rasanya pun lezat. Ayam yang diiris dengan bentuk kotak yang cukup besar ini pun wajar bila menjadi makanan yang difavoritkan oleh pengunjung di restoran berkapasitas 76 orang ini. “Menu kung pow chicken ini, perpaduan antara menu Kanton dan Hong Kong,” tandas Samudji.

Menu lain yang bisa Anda coba di sini adalah ikan gurame sambal bawang. Gurihnya ikan yang dimasak hingga garing ini makin sempurna dengan rasa pedas sambal bawang yang menjadi pelengkap hidangan. Sambal bawang ini dibuat dari bawang putih yang digoreng kering hingga crispy, dan diolah dengan irisan cabai. “Kalau menu yang ini perpaduan antara masakan Kanton dan masakan lokal, karena di sini banyak juga pengunjung lokalnya,” tutur Samudji.

Khusus untuk hidangan penutup, Yan Palace menyajikan hidangan yang beraneka ragam seperti chinese pancake with lemon orange sauce and ice cream. Namun, yang tidak boleh Anda lewatkan adalah almond bean curd dengan lengkeng dan leci.
Menu ini terbuat dari agar-agar. Uniknya, rasanya mirip seperti kembang tahu, unik dan lezat. Keunikan rasa ini merupakan perpaduan sempurna rasa manis agar serta buah-buahan, seperti lengkeng dan leci.

Selain itu, sago cream dan melon juga menjadi satu sajian penutup yang menyegarkan yang sayang jika dilewatkan. Hidangan penutup ini terdiri atas sago berbentuk mutiara yang tersaji dengan buah melon dan semangka. Tentu saja rasanya bakal membuat Anda ketagihan.

“Kedua hidangan penutup itu juga masih menjadi perpaduan antara hidangan Kanton dan Hong Kong,” ucapnya.
(okezone). laguna, sushi tei, tamani

Gurihnya Nasi Bambu Rumpun Bambu

NASI bakar, nasi timbel, atau nasi ulam sudah biasa. Coba deh olahan nasi yang mungkin baru pertama kali Anda temukan, nasi bambu. Nasi yang dicampur dengan sejumlah bahan di-steamdan dimasukkan ke dalam seruas bambu. Seperti apa rasanya?
Menu nasi bambu mungkin bagi sebagian besar orang masih terdengar asing. Pasalnya, menu ini memang masih jarang atau bahkan belum pernah ditemukan di restoran mana pun. Hidangan asli Lombok ini kemudian diangkat oleh restoran Rumpun Bambu yang sekaligus menjadi menu andalannya. Apa sih sebenarnya nasi bambu itu? Rupanya yang dimaksud nasi bambu adalah nasi putih yang dicampur dengan ayam fillet, bawang bombai, wortel, dan daun kemangi.

Bahan-bahan tersebut sebelumnya ditumis terlebih dahulu, baru kemudian di-steam tidak lama.
Sebelum di-steam, nasi dimasukkan ke dalam seruas bambu hitam berukuran 15 cm. Untuk menikmati nasi bambu, disediakan sebuah kayu kecil dari kelapa untuk mendorong nasi keluar dari bambunya.

Hmm… aromanya harum daun kemangi. Dan, rasanya juga tak kalah dari aromanya, gurih, sekaligus legit. Dinikmati begitu saja sebenarnya sudah cukup memuaskan. Namun, di restoran yang berada di Jalan Supriyadi, TB Simatupang, Pasar Rebo, ini, seporsi nasi bambu disajikan dengan ayam goreng atau ayam bakar, tahu, tempe, dan sambal, serta lalapan.
Menurut Executive Chef Rumpun Bambu Widy Ch Singodimejo, di tanah asalnya, Lombok, nasi dimasukkan ke dalam sebilah bambu yang panjang. Kemudian dikukus dan dibelah-belah ketika ingin disantap. ”Kami termasuk restoran yang memopulerkan nasi bambu. Pengunjung kalau ke sini biasanya selalu memesan nasi bambu,” ujar Widy. Yang juga menjadi keahlian dari restoran ini adalah sajian guramenya. Gurame terbang, misalnya. Gurame seberat 800 gram ini benar-benar garing hingga ke tulangnya. Enak disantap dengan nasi hangat dan sambal terasi berikut lalapan.

Untuk mendapatkan tekstur garing, tidaklah mudah. Ketika memasak, Widy menyebutkan, minyak harus benar-benar panas dan banyak. Rahasia kerenyahan ikan, juga terletak pada ikannya. Ikan yang dipilih harus yang masih segar, bukan yang sudah masuk ke freezer. Namun, untuk dapat menyantap gurame ini pengunjung harus sabar menunggu.

Pasalnya, gurame harus ditangkap dulu dari kolam. Kemudian dimarinasi selama beberapa menit, baru digoreng. ”Soalnya, kami mengedepankan hidangan yang fresh, jadi hidangan baru dimasak ketika dipesan. Makanya, agak lama.Tapi kalau langganan biasanya menelepon dulu untuk memesan. Begitu mereka datang, tinggal makan,” kata Manajer Rumpun Bambu Nurul.

Meski demikian, tidak sedikit pengunjung yang sudah ketagihan dengan rasa masakan restoran berkapasitas 150 orang ini dan menjadi pelanggan setia. Mereka mengaku senang dengan masakan yang masih segar dan lezat besutan Widy. Restoran ini pun kerap dipergunakan untuk berbagai acara. Pihak restoran menyediakan fasilitas LCD proyektor untuk acara meeting misalnya.

Sate marangi juga wajib dicoba. Masakan asli Plered ini merupakan daging has yang telah direndam dengan bumbu dan disajikan dengan sambal kecap dan sambal kacang. Dagingnya empuk dan makin enak ketika dicocol ke dalam kedua sambal itu. Rumpun Bambu juga menyediakan menu fusion seperti udang mayones dan calamari.

Untuk minumannya, ada secang alang-alang yang berisi jahe, kayu secang, kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan lada hitam. Terbayang kan hangatnya minuman ini. Untuk pengaduk, digunakan batang sereh. Ada pula exotica rumpun bambu, minuman ini berisi melon, nanas, sirsak, jeruk lemon, dan soda. Nah, yang ini baru segar pastinya.

Demi memberikan pelayanan yang memuaskan, restoran yang belum genap berusia setahun ini, acap kali melayani pesanan pengunjung yang sebenarnya tidak ada dalam daftar menu. ”Misalnya pengunjung ingin steak, kami sebenarnya tidak menyajikan, tapi kalau sebelumnya menelepon, kami akan siapkan,” ungkap Widy. Rumpun Bambu memang pas untuk segala acara, selain kapasitas ruangan yang cukup besar, bagian luar restoran juga bisa dimanfaatkan.

Pernah beberapa waktu lalu, di restoran ini diadakan acara resepsi pernikahan. Bagian luar dipasang tenda, sementara lahan parkir yang juga lapang tersedia di sebelah restoran. Sambil menikmati hidangan, pengunjung dapat mendengar gemericik air dari kolam ikan dengan ikan mas dan gurame di dalamnya. Asyik juga jika ingin bersantai lesehan.
(okezone)
laguna, sushi tei, tamani

Jumat, 15 Oktober 2010

Double Dipps Donuts & Coffee

Jakarta - Waralaba donat luar negeri kini tengah menjamur. Diantara persaingan tersebut donat buatan lokal ini mampu bertahan dengan menyajikan donat yang tak kalah empuk dan enak. Disandingkan bersama aneka minuman kopi asli Indonesia hmm... rasanya makin mantap!

Bagi para penggemar donat pastinya sudah tak asing lagi dengan Double Dipps Donuts & Coffee. Siapa yang menyangka bahwa donat yang satu ini merupakan waralaba asli Indonesia yang bernaung di bawah PT Sinar Harapan Abadi. Tak heran jika Double Dipps Donuts & Coffee pun telah merebut hati para pencinta donat sejak kehadirannya tahun 2008 silam.

Bahkan dalam kurun waktu 2 tahun, ada sekitar 88 outlet Double Dipps yang telah tersebar di Jabotabek. Dan kemarin (13/10) Double Dipps Donuts & Coffee membuka outlet terbarunya di Halim Perdanakusuma Airport.

Ada sekitar 32 varian donat yang ditawarkan oleh Double Dipps ditambah 3 varian rasa terbarunya yaitu durian, kiwi, dan orange. Penambahan varian ini menjadikan pilihan donat waralaba asli Indonesia ini semakin lengkap. "Hampir 95% bahan-bahan pembuatan donat yang kami gunakan dari bahan lokal termasuk minuman. Tetapi kalau soal rasa Double Dipps tak kalah bersaing dengan donat buatan luar," ujar Ira Novita selaku Marketing & Promotion Double Dipps.

Diantara sekian banyak pilihan Chocolacino, Tiramisu, Chocolate Peanut Butter, dan Classic Sugar Icing merupakan salah satu favorit pengunjung Double Dipps. Soal harga tentunya Double Dipps menawarkan harga yang cukup bersaing yaitu Rp 5.500,00/buah, Rp 32.500 (1/2 lusin), dan Rp 58.500 (1 lusin).

Sedangkan untuk minuman pendamping aneka donat ini, ada seduhan kopi asli Indonesia berkualitas yang diracik menjadi Iced Caramel Mocha, Cafe Latte, Cappucino. Tentunya kesemuanya bisa dinikmati sesuai selera yaitu panas atau dingin dengan harga tak lebih dari Rp 11.000,00.

Tidak hanya rasa lembut dan empuk yang menjadi keunggulan donat Double Dipps. "Selain rasanya empuk donat Double Dipps juga memiliki keunggulan 'less sugar' sehingga rasanya tidak terlalu manis. Cocok bagi mereka yang tidak terlalu suka manis dan tentunya lebih rendah kalori. Pastinya mengigit sepotong donat Double Dipps saja gak bakal cukup," imbuh Ira di sela-sela pembukaan outlet Dipps Donuts & Coffee, Halim Perdanakusuma Airport. (detikfood)

laguna, sushi tei, loewy

Kamis, 14 Oktober 2010

Rumah Makan Belok, Jakarta


Bebek Elok (Belok) menghadirkan menu spesial hidangan bebek yang berbeda dari yang telah ada. Dengan ramuan bumbu yang spesial, dihidangkan berbagai menu andalan seperti bebek goreng lombok ijo, bebek kremes dan bebek bakar yang dipadukan dengan pecel daun singkong dan sambal pecel ramuan Bebek Elok. Rasa pedasnya benar-benar menggugah selera anda,dan menjamin anda akan ketagihan.bebek-kremes

Berlokasi di Jalan Raya Cibarusah,rumah makan Bebek Elok bisa menjadi pilihan untuk santap siang anda.
(jakartabox)

Warjep (warung jepang) Pak Narto

Di Jakarta, bila anda ingin merasakan kuliner khas jepang, anda tak perlu ke jepang atau ke restoran-restoran yang menghidang menu makanan dari negeri matahari tersebut. Anda cukup datang ke Warung Jepang Pak Narto yang berlokasi di depan pasar Blok A, karena disini anda akan menemukan makanan khas dari negeri Jepang seperti Terriyaki,Yakimechi dan Yakiniku dengan harga murah meriah. yakimeshi

Untuk rasa, mungkin tak sama seperti rasa aslinya yang dari Jepang, karena di Warung Pak Narto bumbu sudah di sesuaikan sesuai lidah masyarakat indonesia. Menu andalan di tempat ini adalah beef teriyaki, disajikan lengkap dengan salad khas Jepang yang gak kalah enaknya. Soal harga tak perlu khawatir, karena semua harga makanan di patok mulai dari Rp 15.000 – Rp 25.000 . Saatnya bagi anda untuk mencoba sendiri dan merasakan anda berada di jepang. (jakartabox)
laguna, sushi tei, tamani

Mengenal Lebih Jauh Tentang Oncom


Oncom adalah makanan asli berasal dari Indonesia yang populer terutama di daerah Jawa Barat. Makanan ini adalah produk fermentasi sama halnya seperti tempe. Perbedaannya adalah bahwa oncom hasil olahan dinyatakan siap di perdagangkan setelah kapang (Jamur tempe) menghasilkan spora, sedangkan tempe telah di perdagangkan sebelum kapang belum menghasilkan spora.

Oncom memiliki kandungan gizi yang relatif baik dan dapat menjadi sumber alternatif asupan gizi yang baik karena harganya murah.Hal yang perlu disempurnakan agar daya terima masyarakat meningkat terhadap oncom adalah yang menyangkut penampilan, bentuk, serta warnanya. Untuk lebih meningkatkan daya terima oncom di masyarakat luas, perlu diperhatikan masalah sanitasi bahan baku, peralatan pengolah, dan lingkungan, serta kebersihan pekerja yang menangani proses pengolahan.-oncom-bandung

Makanan ini sangat populer untuk warga sekitar Jawa Barat, namun keberadaan oncom sudah menyebar luas ke berbagai daerah, termasuk ke Jakarta. Untuk menemukan makanan ini silahkan anda menuju kawasan Jalan Satrio,kuningan.di sana terdapat rumah makan yang menghidangkan menu makanan oncom.

Penasaran?? silahkan mencoba.

(jakartabox)
laguna, sushi tei, tamani

Tips Cara Pemanggangan Sus yang Benar



Sus, merupakan salah satu jenis kue yang populer diolah dari adonan pastry ala Perancis. Kini hampir di seluruh toko-toko dijual aneka macam kue susu dengan bentuk dan isi yang bervariasi. Ada beberapa bentuk kue sus yang umum dan sering kita lihat diantaranya sus bentuk bulat, lonjong (eclaire), keranjang dan angsa. Untuk meningkatkan kualitas dan rasa, kue sus bisa diperkaya dengan bahan-bahan tambahan yang berkualitas sebagai isi, seperti keju, daging, buah-buahan, jamur atau sayur-sayuran. Pembuatan kue sus sebetulnya sangatlah mudah, asalkan kita betul-betul mengerti dan menguasai cara pembuatannya. Adonan sus termasuk dalam jenis adonan padat (solid_ yang tidak difermentasikan, sedangkan teknik pengolahan kue sus dapat menggunakan teknik bakar dalam oven (baking) merupakan teknik goreng (deef fat frying). Dan salah satu kunci keberhasilan membuat kue sus adalah pada saat pemanggangan. oven yang digunakan harus betul-betul panas 180C - 200C dan pada saat memanggang jangan sekali-kali membuka oven karena sus akan mengempis. Berikut adalah tips dalam pemanggangan sus: 1. Panaskan oven terlebih dahulu, sampai mencapai suhu 180C - 200C 2. Agar sus matang dengan sempurna, jangan menaruh adonan saling berdekatan, beri jarak yang cukup, sebab dapat berakibat sus menjadi kempis. 3. Selama pemanggangan pintu oven jangan dibuka sebelum masa pemanggangan mencapai waktu 20 menit, hal ini juga dapat mengakibatkan sus menjadi kempis. 4. Agar sus tetap lembut, selesai memanggang sus langsung ditutup dengan plastik, biarkan sampai dingin. (mousiefood)
laguna, sushi tei, tamani

Rabu, 13 Oktober 2010

Restoran Lara Djonggrang

Ingin mencoba pengalaman menyantap hidangan yang konon pernah disantap Raja Hayam Wuruk?
Menurut siempunya restoran, Raja Hayam Wuruk yang memerintah Kerajaan Majapahit, melakukan ekspedisi menyusuri tempat-tempat di tanah air selama 10 bulan dan selama itu menikmati perpaduan hidangan “inggil” kerajaan dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan tersebut kini tersaji di Lara Djonggrang, restoran yang didesain mirip museum ini,
membuat penggemar kuliner seolah-olah berada di awal abad ke-14. Merujuk ke buku menu dengan ukuran besar dan berat, sebagai hidangan pembuka, Udang Swarloka, bola udang renyah yang disajikan di wadah unik berbentuk kerang merupakan menu
spesial yang harus dicoba. Sedangkan menu utama berupa hidangan laut, sebut saja, Pasar Ikan Nelayan Kampong Tugu yang
merupakan campuran hidangan laut segar bakar atau rebus, seperti udang, cumi, kerang dan kepiting.. Juga, ada Rajungan Bumbu Rujak khas Tuban, Kare Udang Kipas khas Kepulauan Seribu atau Kerang Hijau Saos Rendang khas pesisir Padang. Sambal yang
menemani hidangan ini, bisa dicoba sambal terasi, sambal matah khas Bali atau sambal lombok ijo. Yang tak kalah unik adalah beragam nasi dari seluruh nusantara yang kini nyaris terlupakan. Ada nasi dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan brongkos khas Demak, nasi merah, nasi kunyit dan nasi jagung. Nasi jagung di restoran ini, tidak seperti layaknya nasi jagung khas Madura yang menggunakan jagung keras, tetapi menggunakan beras pulen yang dicampur butiran jagung rebus yang empuk.
(bvoice-radio)
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Takigawa Japanese..


Ingin makan makanan jepang dimana tempat makannya Fushion Style? Coba Takigawa Restaurant.
Dengan menu set yang beda dibandingkan dengan restaurant jepang lainnya, Takigawa hadir dengan model makanan Jepang modern. Walaupun jenis makanan yang banyak kita jumpai di restoran Jepang lain seperti Udon, Nigiri, Sashimi masih ada, tetapi yang harus dicoba adalah makanan Fusion Style mereka.

Silahkan mencoba dan rasakan kenikmatan yang tidak terkira dari Sushinya. Dan juga Japanese Satay. Wow… itu adalah kata yang terucap saat mencobanya. Kesegaran bahan makanan yang disediakan membuat hasil makanan ini sangat luar biasa.

Salmon Sushi Roll yang saya coba juga memberikan kesegaran dan rasa manis dari Salmon. Beef Ham Satay… membuat saya ingin makan dan makan lagi.

Sayang saya tidak sempat mencicipi makanan khas dari Takigawa yaitu nasi ‘tim’. Kelihatannya sangat menarik untuk dicoba. Mungkin di lain kesempatan saya akan mencobanya lagi. :)

Soal rasa, layak di coba. Untuk Harga, sama seperti makanan jepang lainnya, tetap mahal. Saya makan berdua menghabiskan kocek Rp 270,000.- (itu sudah dengan diskon kartu kredit). Yup…. Tidak boleh terlalu sering ke sini. :p Tetapi harga itu terbayarkan dengan sendirinya karena kelezatan dari makanan yang kami coba.

(rumahmakanjakarta)
laguna, sushi tei, tamani

Kelezatan Batagor yang Melegenda

Bandung - Batagor memang dikenal sebagai salah satu makanan khas Kota Bandung. Salah satu batagor yang melegenda di Bandung adalah Batagor Darto yang ada di Simpang Dago. Batagor Darto diambil dari nama pemiliknya, Darto. Pada tahun 1982, Darto mulai menjual batagor di jongko kecil depan toko besi di Simpang Dago.

Lalu, kata Tri, beberapa tahun kemudian, toko besi menjual tokonya ke Pak Darto. Kini, Batagor Darto sudah berupa toko dengan beberapa tempat duduk yang luas untuk makan di tempat.

"Dulu kita ini PKL (Pedagang kaki lima-red). Terus toko besi menjualnya ke kita, jadi sekarang kita di sini," ujar Tri (50) pengelola Batagor Darto yang merupakan menantu dari Pak Darto.

Dulu, Darto yang baru saja meninggal pada Januari 2010 lalu, adalah pedagang bakso. Baksonya lebih dulu terkenal di daerah Dago sejak tahun 1960 dibanding batagornya.

"Dulu bapak (Darto-red) jualan bakso, udah terkenal. Tapi makin sini makin dikenal batagornya. Karena kan Bandung khas dengan batagor," terang Tri.

Meski Batagor Darto letaknya bisa dibilang nyempil di antara hiruk pikuk Pasar Simpang Dago, namun kata Tri, penggemarnya tetap setia hingga kini.

"Suka ada yang beli dulunya pas jaman SD, sekarang sudah punya anak cucu masih suka pada ke sini, nostalgia," katanya.

Meski sudah populer dan melegenda, namun harga Batagor Darto masih terbilang murah. Satu porsi Batagor Darto isi 3 buah hanya Rp 6.000 saja, sementara harga satuannya Rp 2.000.

Ada dua macam pilihan sajian batagor yang bisa disantap sesuai selera, yakni batagor kering dengan menggunakan bumbu kacang, atau batagor kuah yang disiram kuah bakso.

Rasa ikan dari batagornya pun pas, tidak tercium bau anyir ikan dari bahan dasar batagornya. Bagi yang tidak menyukai pedas, jangan khawatir, bumbu kacang Batagor Darto tidak terlalu pedas. Ada bumbu pedas yang dipisah jika ingin menambah rasa pedas pada bumbu kecangnya.

Selain batagor, ada juga pangsit yang tak kalah gurihnya. Humm.. yummy!!



Sumber : bandung.detik
nelayan restoran, laguna, tamani

Selasa, 12 Oktober 2010

Menjadi Sehat dengan Sushi

SUSHI terdiri dari protein, karbohidrat, termasuk lemak kalori rendah dengan lemak yang tidak berkalori rendah.Tergantung kepada koki sushinya, porsi nasi untuk sushi bisa berbeda-beda mulai dari 20-30 kalori atau 3-5 gram karbohidrat.15 gram gula (60 kalori) dan 10 gram garam di gunakan untuk membuat 100ml cuka untuk nasi sushi. Kurang dari sepertiganya, atau 30ml di gunakan untuk 1 mangkuk nasi sushi penuh. 1 mangkuk nasi sushi dapat menjadi kira-kira 25pcs nigiri sushi. 1 buah nigiri sushi berisi kurang dari 0.7 kalori dari gula, atau 0.2 gram karbohidrat. Ini juga akan sama dengan 0.47gram sodium, atau 2% kebutuhan sehari-hari dari rekomendasi angka kebutuhan gizi sehari-hari.

Bermacam-macam bumbu yang di gunakan untuk membuat sushi tetap mengandung protein dan lemak, beberapa contohnya (ikan yang di gunakan untuk membuat nigiri sushi rata-rata 5gram lebih) :
- TUNA, 7 kalori, 1.1gram protein, 0.1gram lemak yang tidak berkalori rendah, 0.06gram lemak rendah kalori
- SALMON, 7 kalori, 1gram protein, 0,4gram lemak yang tidak berkalori rendah, 0.1gram lemak rendah kalori
- HALIBUT/OLIVE FLOUNDER, 4 kalori, 1gram protein, 0.1gram lemak yang tidak berkalori rendah, 0.02gram lemak berkalori rendah

Kalori keseluruhan untuk nigiri sushi tunggal rata-rata sekitar 35 kalori, 1gram protein, 4gram karbohidrat, 0.3gram lemak yang tidak berkalori rendah, 0.03gram lemak berkalori rendah, dan 0.05gram sodium. Kebanyakan itu 10 dan itu rata-rata dari seluruh pemakaian lauk dalam sushi. Satu-satunya yang kurang dalam sushi adalah serat. Makanan pembuka untuk sushi di rekomendasikan kebanyakan di siapkan dari sayuran.


laguna, sushi tei, tamani

Tempat Makan Enak di Jakarta

Tempat makan enak apalagi romantis di Jakarta saat ini baru banyak di cari. Terutama kalau pas hari libur justru banyak orang bersama keluarga borbondong-bondong mencari tempat makan yang nyaman. Saat ini tempat makan yang enak saya kira belum cukup untuk mengait hati pelanggan datang lagi, pastinya harus enak, nyaman, fasilitas lengkap, dan unik.

Bahkan tempat makan yang unik akan sangat cepat mendapatkan pelanggan dalam hitungan hari, tetapi juga akan cepat di tinggalkan pelanggan kalau kedepannya tidak ada Innovasi baru, saya yakin karena pelanggan akan cepat bosen.

Dari tempat makan lesehan di jakarta sampai tempat-tempat makan elit berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan pelanggan tetap, tentunya yang akan datang lagi dan datang lagi untuk makan atau sekedar nongkrong.

Beberapa minggu yang lalu saya sempat posting tempat makan di jakarta, Kemaren saya coba cari infomasi dari temen-temen di FB tempat makan yang enak di pusat jakarta, hasilnya silahkan di download di SINI. Untuk tempat makan steak di Jakarta bisa coba di Andakar atau kalau pas di daerah bogor waktu liburan nggak salah kalau coba tempat makan romantis Cafe Gumati, kalau di Cafe Gumati jangan lupa ajak keluarga atau sang kekasih di jamin akan tambah sayang.

Seafood Spot:
Untuk menikmati hidangan seafood yang lezat pastinya harus di dukung juga dengan tempat makan yang sreg dan nyaman, aman. Beberapa tempat makan seafood yang sudah pernah saya coba kalau menurut saya sudah cukup enak dan nyaman, pas untuk kantong keluarga.

1. Sea Food Rawamangun, deket Ps. Rawamangun
2. Sea Food 99, Kp. Melayu, dekat RS Mitra Keluarga Ikan Tude, Jl. Blora
3. Sea Food di Pertokoan Bintaro Sektor 9, belakang Mc Donald Sektor 9
4. Sea Food depannya Bunderan PSKD IV Blok M
5. Sea Food Baruna, pojokan depannya Balemang Café . Ini Udang Bakarnya
boleh juga dicoba, Cuma agak susah parkir.
6. Sea Food Muara Angke: bisa beli Ikan (milih sendiri) dan minta bakarin
disana, tapi rada bau amis karena deket pasar.
7. Sea Food 48 di Fatmawati, depan Jayakarta Ban, dekat perempatan lampu
merah TB Simatupang, cumi bakarnya
8. Sea Food depan kantor NASPRO Jl, Garuda
9. Seafood bang edot/rustandi, jln.pesanggrahan, meruya utara, kembangan,
jakarta barat


Sumber : resepmasakanindonesia
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Senin, 11 Oktober 2010

Seafood Ayu, Rasa Ayu

Mencari warung seafood di Jakarta tentu bukan perkara sulit. Kita bisa menemukannya di hampir setiap pojok jalan Jakarta. Kebanyakan warung seafood di Jakarta buka pada sore hari hingga malam, karena mereka biasanya mengambil lokasi yang ramai pada siang hari dan tidak terpakai di malam hari. Jika anda bosan dengan warung seafood yang itu-itu saja, ada satu pilihan tempat makan seafood dengan rasa cukup istimewa, Seafood Ayu. Mungkin anda pernah mendengar tempat ini. Berlokasi di lapangan parkir ruko INKOPAL (Induk Koperasi Angkatan Laut) di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, warung seafood bertenda ini menawarkan banyak pilihan seafood dengan harga sangat terjangkau. Soal rasa? Tidak kalah dengan hidangan seafood restaurant terkemuka. Anda dapat memesan aneka ragam ikan dengan berbagai pilihan masakan seperti bumbu bakar, bumbu tepung, saos padang, saos tiram, goreng mentega. Udang, cumi-cumi, kepiting, kerang, juga banyak dipesan di tempat ini. Cah kangkung tidak boleh ketinggalan untuk dicoba selain pilihan sayuran lainnya. Mereka juga menyediakan minuman yang paling cocok untuk menemani seafood, tentu saja es kelapa muda atau es jeruk.

Dengan konsep tenda, anda tidak perlu khawatir dengan suasana sumpek karena tenda Seafood Ayu cukup terbuka dan luas untuk ukuran warung. Tetapi mungkin anda akan sedikit berbau asap, sedikit saja. Awalnya mereka hanya punya beberapa meja panjang, namun kini mereka telah memperluas tenda karena bertambahnya pelanggan dan selalu ramai dikunjungi setiap harinya. Mengantri untuk mendapatkan duduk di tempat ini adalah pemandangan yang biasa. Anda juga dapat melihat Waduk Cendong di sekitar warung ini, cukup membuat lupa bahwa anda sedang di Jakarta, namun bila melihat di sisi sebaliknya, pemandangan yang anda dapat adalah gedung-gedung apartment dan sebuah Mal mewah. Belum ada ide untuk dining di akhir pekan ini? Selamat mencoba seafood enak dengan harga terjangkau di Kelapa Gading!


Sumber : wisata.kompasiana

Kehangatan Sapo dan Hidangan Lain

DITILIK dari namanya, Sapo Garden memang mengunggulkan makanan sapo. Sapo atau claypot cooking adalah teknik memasak dengan panci keramik atau claypot (tanah liat) yang sudah dikenal sejak zaman Romawi kuno, namun kini lebih populer di negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, China, Jepang, Korea, termasuk Indonesia.

Teknik memasak sapo membuat masakan menjadi lebih lezat karena bumbu meresap dan hangat lebih lama. Jadi, ciri khasnya selain rasa yang nikmat, juga kehangatan yang berasal dari claypot. Menurut pemilik Sapo Garden, Fitriani Hamzah, sapo di tempatnya memiliki banyak variasi menu.

”Variasi jenis sapo di sini banyak. Pengunjung bisa memilihnya sesuai kesukaan. Semua merupakan racikan dan buatan chef andal kami. Pokoknya tidak mengecewakan,” ujar Fitriani.

Sapo yang bisa dipilih antara lain sapo tahu jepang, sapo tahu sze chuan, sapo tahu cakwe bakso udang, sapo sayur jamur, sapo tahu daging sapi, sapo brokoli, sapo ayam sze chuan, sapo kakap sze chuan, sapo bistik sapi ala Hong Kong, sapo cumi cabai hijau, dan sapo tahu seafood.

Yang jadi favorit di sini adalah sapo tahu seafood. Bagi Anda penggemar cumi, udang, ikan kakap, dan daun bawang yang dicampur dengan tofu alias tahu Jepang, pasti menyukai menu satu ini. Tofu-nya berasa gurih dan lembut di lidah. Campuran berbagai seafood yang segar dan bumbu pilihan membuat masakan ini layak digemari.

Tak hanya sapo, menu lain yang wajib dicoba adalah brokoli jamur, yaitu brokoli yang direbus dengan jamur hitam. Ada juga lidah sapi cabai rawit atau nasi goreng ikan asin. Tiga masakan tersebut merupakan menu khas Sapo Garden yang tidak akan ditemui di manamana.

”Rasanya khas dan unik. Wajib dicoba,” imbuh Fitriani.

Untuk menu sarapan, Sapo Garden menyediakan bubur sapo. Rasanya bisa dipilih, di antaranya bubur polos, ayam, ikan, kepiting, bebek, dan seafood. Anda juga boleh menambah bahan additional, seperti cakwe, telur asin, kepiting stik, bakso, atau udang. Sementara menu dim sum ragamnya, antara lain hakau, kaki ayam tausi, bakpao ayam, somay, pangsit mayones, lumpia, dan ekkado. Dari daftar menu minuman, terdapat beragam jenis pelepas dahaga mulai jus, smoothies, kopi, teh, soda, dan milkshake.

Fitriani mengatakan, untuk mendukung langkah hidup sehat, beras yang dipakai di restorannya adalah beras organik, yang ditanam di tanah ramah lingkungan tanpa paparan pestisida sama sekali. Di masa mendatang, Fitriani bakal menerapkannya untuk semua bahan sayur dan buah-buahan.

”Kalau sekarang, sayur dan buah-buahan organik harganya masih terhitung mahal,” katanya.

Berbicara harga, masakan di Sapo Garden tergolong terjangkau, berkisar antara Rp20.000– Rp50.000.Meski relatif murah, dari segi kualitas, masakan di sini bisa diandalkan. Apalagi dengan pelayanan yang maksimal, tentu saja Sapo Garden juaranya. Fitriani menargetkan bisa membuka sejumlah cabang di tempat lain pada tahun ini. Sekarang pihaknya tengah melakukan survei lokasi dan persiapan dana.

”Sudah ada rencana untuk membuka banyak cabang di tempat lain. Lokasinya masih dicari, kemungkinan di dalam mal yang baru buka. Target saya, tahun ini bisa buka dua (outlet) lagi. Pokoknya saya ingin usaha ini berkembang terus,” tandasnya



Sumber : okezone
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Munik Restoran

Enak rasanya setelah pulang kerja jika makan-makan dulu, apalagi setelah gajian. Pulang menuju ke rumah di daerah Matraman, ada beberapa tempat makan yang berada di sederet Gramedia Matraman. Mungkin ada yang udah pernah dengar bakso Bang Eric yang sekarang ada suatu rumah (tidak lagi berupa tenda di depat Gramedia). Tapi kita tidak mengarah ke situ. Sasaran awal adalah tempat makan Ampera namanya, dengan bannernya dapat diketahui Ampera ada di beberapa tempat seperti di daerah Bandung dan Bandara Soekarno Hatta, selain itu saya juga pernah melihatnya jika mau ke arah Pemuda - Pulo Gadung.

Waktu kami datang, dilihat dari depannya, ada sekitar 3 bis yang parkir di depannya. Dan ternyata kami memang belum jodoh ke Ampera. Begitu masuk di depannya. Makanannya sebagian besar sudah habis hik3x... Karena pengunjung saat itu adalah rombongan dari bis-bis yang parkir di depan. Pantas saja sudah habis. Dilihat sekitar ruangannya cukup besar dan bernuansa Sunda, makanannya pun juga sepertinya masakan Indonesia khususnya Sunda. Jadi saya tidak bisa mereview lebih jauh lagi, mungkin di gajian selanjutnya, lho

Tidak hanya Bakso Eric dan Ampera, ada tempat makan namanya Munik Restoran. Alamat tepatnya di Jl. Matraman Raya No. 80-82 Jakarta Timur. Dulunya adalah Bank. Dan di depan kawasan masuk Bearlan. Terlihat di depan area parkirnya waktu itu juga banyak mobil dan motor yang parkir. Di depan juga ada informasi jam buka restoran ini yaitu dari 11 siang - 3 sore dilanjutkan lagi jam 5 sore - 10 malam. Aduh jangan sampe habis lagi nih. Ketika masuk kami kira akan terlihat ramai pengunjungnya, ternyata hanya beberapa di lantai bawah. Terdengar suara ramai dari lantai atas, seperti ada acara kumpul-kumpul karyawan perusahaan yang diselingi dengan nyanyi-nyanyi dan karaoke. Bagi kami agak cukup menganggu yang berada di lantai satu.



Di lantai 1 suasananya moderen minimalis dan di samping tangga ke lantai dua terdapat etalase dipajang bumbu-bumbu Munik. Ternyata Munik Restoran ini awalnya adalah dari penjualan bumbu masakan bermerek Munik ini. Sudah dari tahun 1993. Dan kami pun bisa membeli bumbu tersebut. Di samping etalase tersebut ada bagian seperti dapur kosong, belum terpakai, namun terlihat kertas bertulisan cooking class, serta terdapat kios kecil terdapat barang elektronik dan perlengkapan dapur dengan masing-masing barang tersebut terdapat label poin.

Dapat informasi dari pelayan Munik bahwa pengunjung dapat mengumpulkan perpoin setiap pembelian makanan sebesar Rp. 30.000, mulai dihitung dari kunjungan kedua. Karena ini adalah kunjungan pertama kami, maka kami diberikan form untuk diisi baik untuk saran kritik dan data pribadi. Ehm... makin seruuuu.

Masuk agak dalam di lantai satu ini ada bagian bernuansa natural, dipisahkan dari nuansa yang moderen dengan dinding kaca. Di area yang bernuansa natural ini berada di area yang agak terbuka, dimana terdapat 4 saung lesehan dan garden area, dilengkapi dengan standing bar bagian minuman. Di area saung dan garden area ini sepertinya cocok untuk dinner.

Di brosur mereka terdapat informasi kalao mereka juga menyediakan pesan antar untuk nasi box, tumpeng, catering, area restoran difasilitasi dengan wifi, 4 ruang VIP, dining hall, 2 ruang karaoke. Dilengkapi juga dengan perlengkapan meeting dan acara seperti wedding, sound system, layer proyektor, dan papan kaca.

Karena kami juga sudah ditunggu oleh Pelayannya ingin duduk di mana maka kami pun memilih duduk di nuansa moderen dulu. Di area moderen ini kami menemukan tempat wastafel dan toilet.

Setelah menentukan tempat duduk kami diberikan menu. Jika melihat isi menu dan harga makananya, tidak sebanding dengan buku menunya yang tidak terlihat rapi karna laminating bukunya terkelupas, mungkin karena basah.

Menu yang disajikan ada kol nenek, tahu isi, sayur asam, sop buntut, beberapa menu ikan patin, ikan nila, ikan gurame, ikan mas, gulai kepala ikan, hidangan seafood seperti udang dan cumi, ayam, bebek goreng ala Surabaya, sayuran seperti tumis kangkung, tumis brokoli, tauge cah ikan asin, sambal dan lalapan, hidangan asia seperti udang, kerang tahu, lumpia, salad, hidangan berkuah seperti tomyam, sup jagung daging kepiting, asian seafood, daging sapi, ayam, sayuran, mie dan nasi goreng. Untuk minuman ada beberapa jenis es, jus serta ada penutup seperti buah dan pudding.

Selain menu-menu tersebut ada paket untuk berempat dan berenam orang, maaf saya tidak hapal untuk menu-menunya apa saja di paket tersebut.

Agak-agak miris juga nih melihat harganya yang cukup tinggi. Seperti tahu isi yang hanya diberi 4 tahu, mungkin ukurannya cukup besar. Lalu ayam goreng kampung berharga Rp. 23.000. Nasi putihnya pun seharga Rp. 6.000. Terlihat di buku menunya harga makanan yang paling tinggi adalah sekitar Rp. 60an ribu. Harga minuman seperti Es Kabayan sekitar Rp. 20an ribu ke atas. Total yang kami pesan adalah sekitar Rp. 170an ribu dengan menu yang akan kami sampaikan selanjutnya. Tapi apakah harga setara dengan porsi dan rasanya?

Menurut kami mendekati setara. Kami pesan dua nasi putih, 2 porsi kangkung balacan, ayam bakar, ayam goreng kampung asli, sambal terasi dan 2 porsi sayur asam. Dengan minumannya Es kabayan satu (bisa untuk berdua), dan es lemon tea.

Pertama kami diberikan Es Kabayan dengan gelas tinggi, dihiasi di dalamnya ada stroberi, mangga, melon, dan buah-buah lainnya dengan kuahnya markisa. Pas sekali perpaduan buah-buah yang ada dengan kuah markisanya. Es lemon tea yang disajikan pada gelas yang lebih gemuk dan pendek dari gelas es kabayan, dilengkapi dengan setangkai sirih dan lemon serta diberikan juga dua teapot kecil untuk gula.

Kemudian keluarlah nasi dan ternyata nasinya banyak porsinya diletakan dalam satu mangkuk yang besar, bisa dibilang kami bisa tambah 2 piring perorangnya.. Kami juga diberikan sendok, garpu, tissue yang dibungkus kertas biru berlogo Munik. Datanglah pesanan selanjutnya yaitu kangkung balacan. Awalnya kami hanya pesan satu piring, tapi entah apakah karena kami suka rasanya atau porsinya yang kurang, kami memesan lagi satu piring. Pastinya kami suka sekali rasa terasinya, pas sekali rasa gurih dan juga pedasnya. Hingga kami pun membeli bumbu tumis kangkung Munik he3x... Lalu datang ayam goreng kampung, memang sih ayam kampung itu kecil, tapi dagingnya empuk dan ada rasa kunyitnya yang pas, dan tidak digoreng terlalu kering. Untuk ayam bakar, bumbunya pas dengan kunyit dan kecapnya. Sepertinya dibakarnya juga tidak terlalu kering atau mungkin ayamnya dilapisi bumbunya lagi setelah ayam dibakar. Dan terakhir adalah sayur asam dan sambal terasi. Wow sambalnya yang diblend agak kasar... pas pedasnya dengan rasa terasinya, terasinya tidak terlalu mencolok, tidak terlalu pedas nyelekit. Dilengkapi dengan limo. Porsinya sepertinya cukup untuk dua orang, dalam satu cobek batu kecil. Dan sayur asam menurut kami pas rasa asamnya dan kurang pedas, dan isi perporsi mangkuknya juga lumayan banyak, bolehlah untuk satu atau dua orang. Isi sayur asamnya juga standar seperti sayur asam biasanya.

Namun sayangnya penyajian sayur asam ini kurang, karena kami melihat tumpahan kuahnya di wadah mangkuk sayur asam ini. Secara garis besar peralatan makan seperti mangkuk dan piring yang digunakan bernuansa putih. Sehingga menambah kesannya yang moderen dan minimalis sekali dengan hiasan makanannya hanya tomat, ketimun serta kertas putih hiasan kue pada sajian makanan yang kami pesan.

Pelayananya cukup memuaskan, pada saat memberikan penjelasan kepada kami yang kepingin tahu. Hanya saja kami tidak menemukan pelayan khusus yang menjaga di dekat pintu masuk restoran ini untuk mengucapkan selamat datang pada saat datang ataupun terimakasih pada saat kami keluar.

Pengin kembali rasanya makan di sana untuk merasakan rasa makanannya yang mantab... I love kangkung belacan sembari makan di bagian saung lesehan he3x...

Sumber : mousiefood
nelayan restoran, laguna, sushi tei

Minggu, 10 Oktober 2010

Food Festival yang Bertemakan 'Love Food'

BAGI Anda para pencinta kuliner, pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) menggelar program kuliner bertema "Love Food" selama satu bulan penuh pada 1-31 Oktober 2010. Berbagai acara mulai demo masak dan lomba masak menjadi pilihan menarik untuk dilewati bersama keluarga.

Humas Depok Town Square, Anissa Lassa, mengatakan bahwa event kuliner ini baru pertama kali dilaksanakan di Detos dan akan memberikan berbagai penawaran menarik kepada para pencinta kuliner. Para tenant, baik food court maupun restoran yang berpartisipasi juga akan memberikan diskon dan paket spesial.

“Dalam program 'Love Food' ini, kami telah menyediakan berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh customer setia Depok Town Square di setiap akhir pekan yang melibatkan keluarga, misalnya saja ada Kids Cooking Festival, Festival Kreasi Es Campur, Kids Hot Dog Festival, Demo Masak Kreasi Kecap, dan lainnya,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (05/10/10).

Anissa menambahkan, setiap hari juga dibagikan kartu resep menarik secara cuma-cuma yang dapat diambil di meja Customer Service. Khusus untuk anak-anak, akan ada acara Kids Cooking Festival pada 17 Oktober mendatang.

“Nikmati pula beragam penawaran menarik maupun paket khusus di outlet-outlet restoran dan food court Depok Town Square yang berpartisipasi dalam program 'Love Food' ini. Jadi bagi Anda pencinta wisata kuliner, jangan lewatkan kesempatan ini!,” tandasnya.



Sumber : okefood
nelayan restoran, laguna sushi tei

Daging Merah Pemicu Kanker?

Apakah Anda tergolong penggemar daging? Jika ya, ada baiknya sedikit berhati-hati dalam mengkonsumsi daging merah. Konon, daging merah disinyalir sebagai pemicu kanker payudara. Bagaimana mungkin?

Konsumsi daging merah pada awalnya adalah karena kandungan protein dan zat besi serta sejumlah nutrisi lain yang diperlukan oleh tubuh. Daging merah, merupakan sebutan untuk daging dari ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing, kuda, babi, dan lain-lain.

Seperti yang diulas oleh eatingwell, daging merah ternyata mengandung banyak lemak dan hormon yang sering ditambahkan pada hewan ternak. Inilah yang meningkatkan hormon penyebab kanker, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Daging juga tinggi protein, protein akan memecah amonia yang bersifat karsinogenik pada manusia.

Dalam sebuah penelitian terhadap 35.372 wanita Inggris. Mereka diberi minimal 60 gram daging merah atau 30 gram daging olahan per hari dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Resiko akan lebih besar pada wanita menopause.

Secara alami protein dan lemak sangat di butuhkan oleh tubuh, namun jika asupan protein yang masuk terlalu banyak, maka tubuh akan mengalami ketidakseimbangan. Hal ini berakibat obesitas atau kelebihan berat badan. Selain itu juga memicu timbulnya sel kanker dan batu ginjal.

Anda tidak perlu takut mengkonsumsi daging merah, namun harus lebih cermat memilih jenis daging baik. Misalnya dengan mengganti atau menyelingi konsumsi daging merah dengan daging putih (daging ayam atau ikan). Bisa juga mengkonsumsi daging sapi organik atau daging sapi bebas hormon yang sudha banyak dijual di pasaran.


Sumber : detikfood
laguna, sushi tei, tamani

Samosa, Rasa yang Pedas ala India

Rasa bumbu nan pedas ala India membuat Erwin Parengkuan kesengsem. Dia doyan betul menyantap makanan India, salah satunya adalah samosa. Samosa, dijelaskan Erwin, adalah makanan berisi kentang rebus dan sayuran berbumbu kari. Di dalamnya ada buncis dan cabai rawit. "Saya suka bumbu karinya," ucap penyiar radio ini.

Dua bulan lalu Erwin tinggal di India selama 12 hari. Selama di sana, ia melahap ragam makanan Negeri Paman Gandhi ini. Kalau ngidam, pria Manado ini pergi ke rumah makan Gurjadi, Kelapa Gading, atau Queen Thunder di Thamrin. Beberapa pekan sekali ia dan keluarganya menyambangi dua tempat itu. "Kalau bosan yang lokal, makanan India jadi alternatif," ujar Erwin.

Memang tidak semua orang Indonesia suka makanan India. Mungkin kalau Anda bukan orang Minang, sebaiknya jangan mencoba, karena bumbu kari India begitu "nendang". Juru masak Hotel Asiana Chennai, India, Gopalakrishnan Muruganandam, mengatakan hampir semua bumbu masak India banyak memakai cabai kering, kunyit, atau ketumbar. "Sebab, itu rasanya kuat dan spicy," tutur Muruganandam saat ditemui di Hotel Le Grandeur, Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu siang lalu.

Selama sepekan Muruganandam meramu hidangan spesial India di hotel yang lokasinya persis di belakang ITC Mangga Dua ini. Tepatnya di Kafe Mangga Dua, lantai satu, mulai pukul 12.00 hingga 14.30 WIB.

Dengan mengeluarkan dana Rp 130 ribu per orang, pengunjung bisa menyantap sajian India itu pada 13-20 November 2009. "Hidangan dibuat prasmanan," ujar Dessyca, Koordinator Hubungan Masyarakat Hotel Le Grandeur, di kesempatan yang sama.

Bagi Anda yang doyan masakan India seperti Erwin, masakan hasil racikan tangan Muruganandam sangat layak dicoba. Dari hidangan vegetarian hingga yang bukan vegetarian semua tersedia. Sebut saja Yera Kal Masala--udang panggang yang dibalur minyak kelapa. Udang ini kental rasa jahe dan bawang putihnya. Ada rasa pedas dari cabai bubuk dan bau cengkeh yang menusuk hidung.

Menu itu bisa dilahap dengan nasi rasa susu bernama cashew pulao. Nasi ini dicampur dengan minyak samin, susu segar, serta kacang mete. Bentuk bulir-bulir nasinya sangat langsing, tidak gendut seperti nasi dari beras lokal kebanyakan. Rasanya khas, kenyal, dan enak. Bagi Anda yang vegetarian, Anda bisa mencoba Onion Pakoda. Menu itu seperti bakwan dengan irisan bawang bombai dan cabai hijau di dalamnya. Tepungnya adalah tepung beras. Makanan ini dimakan dengan saus tomat.

Dari situ, Anda bisa beralih ke ayam bakar briyani. Di lidah saya, daging ayamnya empuk nan legit. Kulitnya kering, dengan harmonisasi pedas yang "ajip". Hidangan populer di India Selatan ini sejoli dengan nasi ayam briyani. Menu utama di atas bisa diakhiri dengan makanan bernama chum-chum, kue basah berwarna putih sebesar ulat bulu. Begitu digigit, dari kue itu bakal keluar lendiran manis.

Rasanya manis sekali. Muruganandam mengatakan makanan itu terbuat dari lemak susu. "Orang India sangat menyukainya," ujar koki peraih medali emas dalam kontes masak The Indian Federation of Culinary Associations 2008 ini.
Sebagai pelepas dahaga, saya memilih minuman bernama chass. Chass adalah bahasa Gujarati, India, yang berarti buttermilk, dalam bahasa Inggris. Rasanya betul-betul tawar, dan tak terasa rasa yoghurtnya--malah seperti air tajin. Orang Gujarat menghidangkan chass sebagai minuman dingin yang dipercaya membuat suhu tubuh turun pada musim panas.

Selain menyediakan pesona prasmanan makanan India, kafe 24 jam ini melayani pemesanan berbagai minuman, seperti jus segar, minuman ringan, mocktail, dan cocktail. Pengunjung juga bakal disuguhi alunan merdu lagu romantis yang diiringi piano. Tepat bagi Anda yang menginginkan suasana santai dan nyaman.


Sumber : tempinteraktif
laguna, sushi tei, tamani