Tampilkan postingan dengan label coffee bean. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coffee bean. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

6 Jenis Salsa di Resto Djuku

Nama restoran itu Djuku. Dalam bahasa Makassar, djuku berarti ikan. Bagus! Jadi, saya berharap dapat menyantap sajian ikan yang memang terkenal khas dan menjadi unggulan Makassar.

Wah, ternyata ini adalah restoran mewah! Tidak ada orang membakar ikan di depan - seperti biasanya merupakan pemandangan di warung-warung Pangkep. Di dalam ruang berhawa dingin itu tampak tatanan apik sebuah resto modern dengan konsep open kitchen.

Saya memesan Chepa on Salsa (Rp 40 ribu). Sekalipun daftar menu-nya tampak sederhana, tetapi sebetulnya banyak pilihan "tersembunyi" di sana. Para tamu harus "pintar" membaca menu, agar dapat memesan secara cerdas. Misalnya, untuk makanan yang saya pesan, ternyata hanya jenis ikannya saja yang sudah fixed - yaitu ikan cepa (semacam trevally atau ikan kuwe) - dan tumisan sayurnya. Sausnya masih harus dipilih dari enam jenis salsa yang tersedia, yaitu: saus parappe khas Makassar, rica-rica, tartar, saus kacang, dan sambal trasi. Untuk karbohidratnya pun kita masih harus memilih: kentang goreng, kentang ongklok, nasi putih, nasi merah.

Sekalipun bernama Djuku, ternyata resto ini hanya menyediakan empat macam ikan terbaik, yaitu: cepa, sunu (kerapu), seabass (kakap putih), dan baracuda. Udang, cumi, lobster, kepiting tampaknya sengaja tidak ditampilkan sebagai pilihan sajian. Tetapi, di sini juga tersedia steak daging sapi maupun ayam.

Karena saya tidak memesan appetizer, sambil menunggu hidangan utama dimasak, disajikan roti focacia dengan berbagai salsa. Focacia buatan sendiri yang bermutu bagus. Pilihan salsa untuk mencocol roti tampaknya sengaja disajikan dalam porsi kecil-kecil sebagai sampler agar tamu dapat memilih saus untuk ikan bakar yang dipesan.

Hidangan utama datang dengan tampilan yang mengesankan. Gaya nouvelle cuisine yang kreatif. Fillet ikan cepa yang dibakar dengan baik tampak "bertengger" cantik di atas tumisan jagung, greenpeas, wortel, buncis, kembang kol, dan paprika. Nasi merah dan saus parappe di dalam mangkuk-mangkuk tersendiri.

Ikan bakarnya juara - resultat wajar dari ikan yang benar-benar segar dan teknik memasak yang terpuji. Saus parappe-nya membuat saya tertegun sejenak. Saya terbiasa dengan saus parappe bernuansa kuat bawang merah. Saus parappe Djuku lebih balanced dan kompleks, dengan hint rasa manis yang tepat untuk mengimbangi gurihnya ikan bakar. Verdict: mak nyuss! Baik ikan maupun sausnya. Begitu pula tumis sayurnya cakep. Definitely, bukan pilihan yang salah.

Nasi dari beras merahnya pun tampil mengesankan. Beras merah dari Takalar ini ternyata memiliki tekstur yang mirip beras Arborio dari Italia yang biasa dipakai untuk membuat risotto. Nasinya garing dan kesat, sungguh terasa beda di mulut.

Untuk melengkapi kesan lokal, saya sengaja memesan teh Ori (teh hijau) dari Malino. Kesannya mirip seperti kita makan di restoran Tionghoa dengan didampingi Chinese tea yang serasi.

Terus terang, saya tiba-tiba merasa bangga bahwa di Makassar pun kini telah hadir sebuah restoran yang menyajikan masakan Indonesia (sekalipun dalam versi fusion) yang sungguh tidak mengecewakan. Yang juga mengherankan adalah ketika akhirnya saya menyadari bahwa untuk ambience yang sedemikian classy, dan mutu makanan yang unggul, ternyata rekening makan siang itu "hanya" di kisaran Rp 70 ribu. (Bondan Winarno)

Djuku
Wisma Kalla
Jl. Dr. Sam Ratulangi 8
Makassar


* detikfood

Cocolan Sambel Goreng Bikin Klangenan

Bermacam macam ayam yang di olah. Namun olahan ayam bakar klaten kemang yang satu ini memang bener-bener maknyusss. dengan lumuran bumbu yang dicampurkan setelah dibakar. Cocolan sambal gorengnya yang pedas menggigit, benar-benar bikin klangenan.

Mau di goreng, di bakar, di balut tepung dan masih banyak lagi. "Beberapa kali melewati tempat ini saya tidak menyadari kalau ada rumah makan yang top ini. Lokasinya tepat di depan Kemang Medical Center. "Meskipun rumah makan ini sederhana,

Rumah makan ini menempati ruang tengah sebuah rumah dan tidak terlalu besar. Di bagian luar terdapat dua buah meja dengan empat buah kursi kayu sederhana. Di bagian dalam juga demikian. Saya memilih duduk di dalam sambil menyaksikan siaran televisi. Menu yang ditawarkan tidaklah banyak. Ayam bakar Klaten, ayam goreng, gado-gado, dan sop daging.

Dengan tampilan ayamnya yang berwarna kecokelatan dan lumuran bumbu berwarna cokelat yang harum. Biasanya, ayam bakar Klaten menggunakan ayam kampung muda, tapi untuk ayam ini tidak. "Tapi justru menggunakan ayam jantan yang sudah dimasak dengan bumbu-bumbu seperti jinten, ketumbar, bawang merah, bawang putih, garam dan merica sebelum di bakar.

Ayam ini dimasak bersama dengan santan encer hingga ayamnya empuk. Inilah yang menjadikan ayam bakar Klaten ini berbeda. Di tahap akhir barulah ditambahkan santan kental dan dimasak hingga berminyak dan santan menyatu dengan bumbu bergumpal halus.

Untuk semua porsi makanan yang saya makan, saya tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk ayam bakar saya cukup membayar Rp 13.000,00 sedangkan ayam gorengnya Rp 10.000,00.

* seruu

Rabu, 24 November 2010

Agar - Agar

Agar-agar, agar atau agarosa adalah zat yang biasanya berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga. Di (Jepang) dikenal dengan nama kanten dan oleh orang Sunda disebut lengkong. Jenis rumput laut yang biasa diolah untuk keperluan ini adalah Eucheuma spinosum (Rhodophycophyta). Beberapa jenis rumput laut dari golongan Phaeophycophyta (Gracilaria dan Gelidium) juga dapat dipakai sebagai sumber agar-agar.

Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Agar-agar dapat dibentuk sebagai bubuk dan diperjualbelikan.

Gel terbentuk karena pada saat dipanaskan di air, molekul agar-agar dan air bergerak bebas. Ketika didinginkan, molekul-molekul agar-agar mulai saling merapat, memadat dan membentuk kisi-kisi yang mengurung molekul-molekul air, sehingga terbentuk sistem koloid padat—cair. Kisi-kisi ini dimanfaatkan dalam elektroforesis gel agarosa untuk menghambat pergerakan molekul obyek akibat perbedaan tegangan antara dua kutub. Kepadatan gel agar-agar juga cukup kuat untuk menyangga tumbuhan kecil sehingga sangat sering dipakai sebagai media dalam kultur jaringan.

Agar-agar dikenal luas di daerah Asia Tropika sebagai makanan sehat karena mengandung serat (fiber) lunak yang tinggi dan kalori yang rendah. Kandungan serat lunak yang tinggi membantu melancarkan pembuangan sisa-sisa makanan di usus (laksatif).

Selain digunakan sebagai makanan, agar-agar juga digunakan secara luas di laboratorium sebagai pemadat kemikalia dalam percobaan, media tumbuh untuk kultur jaringan tumbuhan dan biakan mikroba, dan juga sebagai fase diam dalam elektroforesis gel. Di laboratorium, agar-agar (biasanya dikemas dalam bentuk bubuk) dikenal sebagai agar atau agarosa saja.

* wikipedia

Selasa, 23 November 2010

Makanan Siap Saji

Makanan siap saji adalah istilah untuk makanan yang dapat disiapkan dan dilayankan dengan cepat. Sementara makanan apapun yang dapat disiapkan dengan segera dapat disebut makanan siap saji, biasanya istilah ini merujuk kepada makanan yang dijual di sebuah restoran atau toko dengan persiapan yang berkualitas rendah dan dilayankan kepada pelanggan dalam sebuah bentuk paket untuk dibawa pergi. Istilah "makanan siap saji" diakui dalam bahasa kamus bahasa Inggris Merriam-Webster pada 1951.[1]

Penjualan makanan seperti ini bisa berupa kios yang mungkin tidak memiliki naungan atau tempat duduk,[2] atau restoran siap saji (juga dikenal sebagai restoran layanan cepat). Operasi waralaba yang merupakan bagian dari rantai restoran telah membakukan bahan-bahan makanan yang dikirim ke masing-masing restoran dari pusatnya.[3]

Persyaratan modal untuk memulai sebuah restoran siap saji relatif kecil. Restoran-restoran siap saji kecil yang dimiliki individu telah menjadi lazim di seluruh dunia. Restoran-restoran dengan rasio tempat duduk yang lebih banyak, yang pelanggannya dapat duduk dan membawa pesanan mereka ke meja untuk dimakan dengan suasana yang lebih mewah dikenal sebagai restoran siap saji kasual.


* wikipedia

Kentang Goreng

Kentang goreng adalah hidangan yang dibuat dari potongan-potongan kentang yang digoreng dalam minyak goreng panas. Di dalam menu rumah-rumah makan, kentang goreng yang dipotong panjang-panjang dan digoreng dalam keadaan terendam di dalam minyak goreng panas disebut French fries.

Kentang goreng bisa dimakan begitu saja sebagai makanan ringan, atau sebagai makanan pelengkap hidangan utama seperti bistik, hamburger, fish and chips dan currywurst.

Di Britania Raya dan Negara-negara Persemakmuran, kentang goreng yang mirip french fries disebut chips. Di Amerika Utara, istilah "chips" berarti keripik kentang (potato chips), sedangkan di Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan, "chips" bisa berarti kentang goreng atau keripik kentang.

Kentang goreng populer ke seluruh dunia berkat rumah makan siap saji seperti McDonald's dan Burger King. Di awal tahun 1950-an, Jack Simplot yang memiliki perusahaan bernama J.R. Simplot menciptakan bahan baku french fries berupa potongan-potongan kentang yang sudah dikupas dan dibekukan. Sebelum perusahaan J.R. Simplot memasok bahan baku kentang goreng, kentang perlu dikupas dan dipotong-potong secara manual di semua cabang McDonald's. Kentang beku produksi J.R. Simplot berhasil menyingkat waktu penyiapan makanan dan ikut mendorong ekspansi waralaba McDonald's.


Wikipedia

Khamir

Kamir, juga ditulis Khamir, adalah makanan khas Pemalang asal negara Arab. Kue ini terbuat dari adonan terigu, mentega, pisang ambon, tape dan telur. Kue kamir ada dua jenis, yaitu kamir beras dan kamir terigu. Dipasaran kota Pemalang lebih banyak kamir terigu karena yang tahan lama sedangkan kamir beras hanya berdasarkan pesanan.[1] Beberapa orang menyebutnya dengan nama Samir.

Kue kamir berbentuk bundar, pipih berwarna coklat dan hampir menyerupai kue apem atau serabi tetapi sedikit lebih besar dan bantet. Sedangkan ukurannya bervariasi, yang terbesar sampai sebesar lingkaran piring makan. Sedangkan terkecil sebesar lingkaran mangkok. Ukuran-ukuran itu tergantung pemesannya. Bahkan pernah akan dibuat ukuran raksasa tapi gagal karena tidak matang secara merata.

Menurut cerita, orang pertama yang membuat kue kamir adalah seorang warga Arab yang tinggal di Kelurahan Mulyoharjo, yang dikenal juga dengan sebutan Kampung Arab. Nama kamir itu sendiri tidak jelas berasal dari nama apa. Apakah berasal dari kata khamer (bahasa Arab) yang berarti memabukan atau dari nama orang keturunan Arab itu sendiri.

Tetapi yang mendekati kemungkinan adalah nama Kamir berasal dari kata Khamir yang dalam bahasa Arab berarti ragi, dalam proses pembuatan kue kamir ini sebelum dimasak, terlebih dahulu didiamkan semalam agar bisa mengembang dengan sempurna dan tejadinya proses fermentasi.

* wikipedia

Si Kopi Bikin Panjang Umur

Jakarta - Kabar gembira buat pencinta kopi. Dengan minum secangkir kopi tiap hari ternyata banyak manfaat yang bisa diraih. Selain pembuluh darah jadi lebih terpelihara juga bisa membuat tubuh lebih segar. Kopi juga bisa membuat orang berusia panjang. Ini dia rahasianya!

Sebuah investigasi unik dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang bisa membantu orang mencapai usia 100 tahun meski mereka memiliki tekanan darah tinggi. Jawaban yang terungkap adalah meminum secangkir kopi setiap hari.

Berdasarkan sebuah hasil penelitian yang dilansir Times of India, secangkir kopi setiap hari akan dapat membantu elastisitas pembuluh darah. Hal ini dapat mencegah resiko penyakit jantung. Orang yang minum satu atau dua cangkir setiap hari memiliki tingkat elastisitas arteri yang lebih baik ketimbang yang hanya minum kopi sedikit atau tidak sama sekali.

Subjek penelitian adalah orang berusia 65 hingga 100 tahun di pulau Ikaria di Yunani. Pulau itu terkenal dengan julukan pulau "umur panjang". Sepertiga penduduknya mencapai usia 90 tahun.
Dr Christina Chrysohoou, yang memimpin penelitian itu, mengakui ada bukti yang bertentangan mengenai dampak meminum kopi dengan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kopi memperparah tekanan darah tinggi.

'Namun, meminum kopi sudah melekat erat sebagai tradisi dalam budaya Yunani sehingga penting untuk meneliti kaitan minum kopi di pulau itu dengan "harapan hidup yang tinggi"', demikian tegas.Dr Christina Chrysohoou.

Pembuluh darah pada subyek penelitian, diteliti kekenyalan dan kelenturannya. Sekitar 56 persen peminum kopi berkategori moderat yaitu mengkonsumsi kopi antara satu hingga dua cangkir sehari. Ternyata mereka memiliki kesehatan pembuluh darah yang baik, dengan aliran darah yang serupa dengan orang yang lebih muda.

Pembuluh darah mereka lebih lentur ketimbang dari orang yang sedikit atau bahkan tidak minumkopi. Satu dari sepuluh orang yang meminum tiga atau lebih cangkir kopi sehari paling rendah kelenturan pembuluh darahnya.Temuan itu dilansir pada kongres The European Society of Cardiology di Stockholm.

Dr Christina Chrysohoou mengatakan peminum kopi rata-rata mengkonsumsi 25-50 ml kopi sehari. Kopi Yunani maupun kopi lain punya khasiat yang sama. Ia memperkirakan, kandungan kopi antara lain kafein dan antioksidan yang dapat memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan kemampuan menyerap nitric oksit,. Proses penyerapan ini terganggu pada pasien hipertensi.


* detikfood

Minggu, 21 November 2010

Mobil Berbahan Bakar Kopi - Menjadi Objek Penelitian

Masih juga belum lama temuan dari peneliti di Universitas Warwick, Conventry, Midland Barat, Inggris yang berhasil memproduksi bahan bakar dari cokelat untuk mobil balap, sudah muncul hasil penelitian yang menggunakan biji kopi sebagai bahan bakar.

Para peneliti berasal dari tim BBC1 yang mempunyai program ilmu pengetahuan yang disebut Bang Goes The Theory. Mereka menggunakan VW Scirocco 1998 sebagai obyek penelitian dan sedan asal pabrikan Jerman itu diganti namanya menjadi Car-pucciono.

Nick Watson, selaku produser Bang Goes The Theory mengatakan, "Kopi, kayu, atau batu bara semuanya memiliki kandungan karbon yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Untuk kopi, kondisinya dalam keadaan sangat kering sehingga memungkinkan udara bergerak di sekeliling biji saat proses pembakaran berlangsung," ujarnya seperti dikutip situs autoevolution.com.

Watson menambahkan, proses pembakaran (gasification) ini juga bisa menggunakan bahan bakar lain seperti, potongan kayu, kulit kacang walnut, puing-puing bangunan atau limbah perkebunan lain.

Dipanaskan 700 derajat
Bagaimana proses kerjanya? Para tim menyulap ruang bagasi untuk menempatkan dua tabung plus rangkaian pipa-pipa. Tabung paling besar (sebelah kanan) sebagai gas cylinder. Biji kopi dimasukkan ke dalam tabung dan dipanaskan sampai 700 derajat celcius. Trus, kopi akan terpisah ke dalam hidrogen dan karbon monoksida.

Kemudian hasil pembakaran tadi dialirkan ke pipa-pipa berbentuk radiator yang berrada di atas mobil. Tujuannya untuk didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam tabung kedua (sebelah kiri). Di dalam tabung itu terdapat dua filter, yang satu sebagai cyclone filter dan satunya lagi sebagai insulator menghambat panas yang mau masuk ke mesin.

Ke luar dari tabung kedua ini, bahan bakar yang sudah bersih disalurkan ke mesin. Jalurnya cukup panjang melalui tabung dari belakang (bagasi) sampai ke depan, rancangannya mirip snorkel.

Untuk membuktikan mobil ini berfungsi dengan baik, para peneliti akan berkendara sepanjang 210 kilometer dari Manchester ke London. Mobil ajaib ini juga akan dipamerkan dalam ajang Big Bang Science Fair di Kota Manchester dengan misi membuktikan ada bahan bakar lain selain bensin yang bisa menjadi sumber tenaga.

Sayangnya, dengan bahan bakar kopi sebagai sumber tenaga biaya operasional Car-pucciono lebih mahal 25 hingga 50 kali daripada mobil umum yang mengonsumsi bensin atau diasel.

* metrogaya

presents the classic type of espresso and non-coffee serving exotic

-Spinelli Coffee Company, maker of the best coffee comes from San Francisco is now present in Indonesia. Under the license of PT Concept Food, Spinelli's first Cafe was opened in Grand Indonesia Jakarta West Mall 1st floor.


Chief Operating Officer of Spinelli Coffee Company Singapore, Freddy Ong said the network to expand into Indonesia is one of the business objectives Spinelli. While maintaining product quality, Ong hoped the presence Spinelli could berekmbang slowly and thank the Indonesian people, especially those who live in Jakarta and of course, like coffee. "Indonesian Consumers have a unique taste in distinguishing quality coffee and good. The fact is what makes us sure got a place in the hearts of Indonesian consumers, "said Ong.


There are interesting, Spinelli Coffee Roast Masters brings direct, Ross Bright for quality coffee continues to be guaranteed. Spinelli not only bring the kind of classic espresso, but also a variety of non-coffee offerings are exotic. Equipped with a variety of muffins, scones, cookies and cheesecakes as a friend to drink your coffee.


Not only serving coffee and complementary offerings, Spinelli also offers some interesting programs, such as:


1. Every purchase of at least Rp. 150,000 in the shops Metrox Group, it will get a voucher for free drinks at Spinelli Coffee, namely: free to choose the type of beverage from the three variants are available.


2. Spinelli Stamp Card

For the first 5 will get free stamp size up, and then there will be a multiple-promo promo captivating.


Wait moreover, soon came to the Spinelli Coffee....


* metrogaya

Batik coffee drinks

Both hands of Peter Taufan Asmara looks to be very careful when pouring coffee into a cup of foam glass. After wrapping decorated the periphery cup, use a sugar stirrer, Peter took the coffee foam up to form a flower decoration. As the petals, Peter then gave a sprinkling of coffee grounds. "This again batik coffee drinks, though more harmonious," said Peter at the Lobby Lounge Hotel Majapahit, yesterday. The result was not in doubt, so special, some fans looked at first chose coffee before sipping. Batik is indeed difficult to drink coffee. However, for Peter did not take many hours to decorate a cup of coffee. Less than a minute, a cup of coffee with any motif can be made. In addition to floral, Peter, who also coaches for coffee bartender at the Hotel Majapahit is also adept at making shapes of butterflies, bears and the dragon head. Cantingan deliberately served coffee to fans at the hotel drinking coffee this Tunjungan Road area. Besides enjoying it while sitting on the couch, smoking a cigarette with the strains of Javanese gamelan accompaniment. Hmmm ... It feels no burden at all in the mind. In addition to the privilege motif, Marketing Manager of Hotel Majapahit, Pratiwi Sasotya Edi, say, the beans had made any choice. "We use 100 percent Arabica coffee," said the woman who is fondly called Tia. No half-hearted, coffee that presents a mixture of Arabica coffee species from eight countries. Among them, Brazil, Papua New Guinea, Argentina, Chile, and several other Latin American countries. Illy brand that is imported from Italy. "Not only that, coffee is taken from arabica coffee plants that performed special handling from the moment the seed selection, planting, care, until the time of processing after harvest," said Branch Manager of PT Bahamas Genta Victory, Yenni Wijaya as illy coffee distributor. To harvest the seeds of his own coffee, coffee beans are selected at really mature on the tree. Then mixed with whole coffee beans harvested and processed into this illy coffee. For hot coffee, the menu presented Espresso, cappuccino, and Cappuccino Viennese. As for cold coffee, cappuccino menu, Shakerato Cappuccino, Caffe Fondente, Dark Chocolate Snow, and Half-Half. "This is a dish only in Surabaya," proud Yenni. Not only illy coffee, in the lobby of this launge premium teas are also offered, for visitors who do not drink coffee. So there are other options. "Food is freshly baked fresh small, there are also fresh fruits that can be dipped in the chocolate fountain," said Tia and add to the price of this package 50,000. Marking the launch of a new menu in the lobby launge it, also attended Zaynal Am painter, painter of the Community of Painters in East Java. With the accompaniment of flute music, Zaenal painting on canvas by using the material in the form of coffee beans, coffee powder, and white glue.


* metrogaya

Kopi Lanang Bikin Greng dan Perkasa

Sebagian besar masyarakat memang belum banyak mengenal apa kopi lanang, yang kini dikembangkan PT Perkebunan Nusantara XII Perkebunan Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain secara fisik memang berbeda, kopi berbentuk tunggal dan bulat itu juga diyakini mampu menambah vitalitas kaum adam. Menurut salah seorang petugas Cafe Malangsari Kalibaru, Nurhayati, kopi lanang asal Banyuwangi ini merupakan kopi pilihan yang bisa membuat peminumnya merasakan tenaga ekstra."Salah satunya tidak membuat mata mengantuk, selain ada yang bilang bisa menambah vitalitas yang meminumnya,"ujarnya.

Untuk mendapatkan kopi lanang itu, kata dia, melalui proses yang tidak mudah. Biji kopi lanang, harus melalui penyortiran biji kopi yang jumlahnya mencapai puluhan ribu biji kopi jenis robusta."Bila biji kopi umumnya terbelah dua, biji kopi lanang bulat dan tunggal," Nurhayati menambahkan.

Bagi penikmati kopi, sangat cocok mengonsumsi kopi lanang ini karena kadar kafeinnya sangat tinggi sehingga tidak mudah mengantuk, di samping cita rasa kopinya begitu halus.Karena itu, kopi lanang ini sangat cocok dikonsumsi di daerah yang suhu udaranya cukup dingin seperti di wilayah Kecamatan Kalibaru dan Glenmore.

Menurut salah seorang penikmati kopi lanang, Yudi, warga Kecamatan Genteng, hampir setiap hari ia sempatkan datang ke Cafe Malangsari hanya untuk menikmati kopi lanang.

Selain bisa menambah tenaga ekstra, terutama agar tidak mudah mengantuk, juga cita rasanya sangat berbeda dengan rasa kopi pada umumnya.

Apalagi harga secangkir kopi lanang cuma Rp 3.000 per cangkirnya. "Berbeda jika kita ingin minum kopi luwak yang akhir-akhir ini mulai ngetren sehingga harganya juga cukup mahal,"ujarnya.

Namun jika Anda tidak bisa menikmati langsung cita rasa kopi lanang di Cafe Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, kini tidak perlu repot lagi karena Anda bisa membeli kemasan cantik kopi lanang itu di supermarket di kota Banyuwangi.


* metrogaya

Pesona Aceh, Bukan Hanya dalam Secangkir Kopi

Banda Aceh, lima tahun semenjak disapa tsunami, tak lagi terasa nyeri. Kehidupan sudah berlangsung biasa sebagaimana lazimnya kota-kota lain yang menggerakkan roda ekonomi. Berkunjung ke sana, mungkin tak lengkap bila kita tak menyinggahi lokasi-lokasi kongkow yang meriah dan merakyat. Khas Aceh dan hidangan panganan melayu, warung kopi dan keramaian di pusat jajanan tak terhindarkan lagi. Riuh.

Tujuan kita pertama adalah Rex Peunayong, lokasi jajanan khas Aceh di Pusat Jajanan Banda Aceh. Pada malam minggu, beraneka rupa keriuhan menjadi satu dan para pengunjung mulai memadat di jam-jam malam nongkrong. ’’Biasanya suka ada acara-acara menarik di sini yang tak jarang pula dihadiri penggede-penggede Aceh,’’ tukas Yoki F Nasution, rekan seperjalanan pemburu jajanan Aceh. Sebagai area sales manajer Sosro di Aceh, Yoki tahu benar sejarah tempat kongkow ini. ’’Dulu, tempat ini tanah lapang di mana banyak penjual kudapan berkumpul,’’ katanya.

Mulanya lantai berdebu dengan meja dan kursi plastik menjadi hiasan tempat ramai ini. Banyak penjual panganan partai besar berkumpul di sini. Semuanya masih serba gerobak. Dalam perjalanan waktu, lokasi ini mulai dibenahi dan berubah menjadi arena gaul dengan konsep ruang terbuka. Seperti sentra kuliner yang sudah tertata rapi dengan aneka jajanan dan panganan khas Aceh yang menantang untuk dinikmati. Sekalinya kita datang, pilih saja tempa paling mantap di antara kursi dan meja yang berhamburan di sepanjang halaman kompleks kuliner ini. Duduk yang nyaman dan perhatikan berbagai menu yang tersaji di seputaran lokasi.

Yang suka panganan Aceh langsung saja serbu mie Aceh yang khas, sate Matang hingga kerang rebus. Jangan khawatir makanan daerah lain juga ada di sini, mau sate Padang? Ada. Mau sate Madura? Bisa. ’’Hanya saja di sini tak disebut sate Madura, tapi sate Jawa,’’ tambah Yoki. Ini model sate khas Jawa, memang, karena mirip dengan sate madura pula bumbu sate menggunakan sambal kacang.

Kompleks yang ramai ini memang menjadi barometer bangkitnya kembali masyarakat Aceh dari bencana dahsyat yang menerjang sebagian besar pesisir Barat dan belasan kabupaten kota termasuk ibukota provinsi paling barat Idonesia di Banda Aceh ini. Di sekeliling pusat jajanan ini pula terlihat tempat-tempat penginapan dan hotel yang berhasil dibangun kembali atau bertahan paska kejadian tsunami akhir 2004 lalu. Kita tentu ingat ya, di Hotel Medan, sempat bertengger kapal nelayan yang dibawa tsunami ke tengah kota Banda Aceh ini.

Lokasi berburu makanan di seputaran Banda Aceh kini mengarah ke Dhapu Kupi. Mengingat warung kopi, sebetulnya memang merupakan lokasi khas pilihan masyarakat Melayu. Sejak dari Semenanjung Negeri Jiran hingga Daratan Sumatera dan Kalimantan di mana pusat kehidupan warga keturunan melayu menonjol, pastilah situasi lokasi jajanan dengan hidangan kopinya menjadi pelengkap komunitas yang gampang dijumpai di jalan-jalan utama kota. Lokasi Dhapu Kopi ada di Baru Batoh atau lebih dikenal sebagai Simpang Surabaya. Nama jalan resminya Dr. Teuku Mr. Mohammad Hasan. Orang mengenal tempat ini sebagai lokasi di mana dahulu orang-orang Jawa Timur yang merantau di Aceh berkumpul dan kemudian bermukim di sini. Sebagai salah satu lokasi pilihan yang menarik untuk anak-anak muda karena di sini kerap digelar acara-acara asyik seperti nonton bareng pertandingan sepakbola berbagai Kompetisi Liga Dunia. Sambil menikmati tontonan di layar besar, mereka biasanya berbincang dengan ditemani suguhan utama kopi dan kopi susu khas Aceh. Memang mungkin tak berbeda jauh dengan hidangan kopi di tempat lain, hanya aroma khas Kopi Aceh bisa kita sruput di situ.

Makanan semacam Mie Aceh bisa dipesan. Yang pasti, begitu kita datang aneka 
gorengan yang disajikan di piring serta ditambah piring kecil isi sambal kecap langsung akan menyerbu di meja. Di Dhapu Kupi tentu saja menyimpan senjata rahasia kopinya. Kopi yang dipakai di sini adalah hasil produksi dari Ulee Kareeng, daerah yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Rasanya mantap.

Bicara Banda Aceh dan Perburuan Kopi, tentu jangan mudah menyerah. Sudah dari Dhapu Kupi kita menyeberang menuju The Next Coffee and Music studio. Lokasinya terletak di Jalan Dr. Mohammad Hasan juga. Memang di wilayah ini banyak terdapat warung kopi khas Aceh. Lihat di situ ada banner besar ’’Mangat That’’ yang berarti Enak Sekali dalam bahasa Aceh. Azman, pemilik warung itu, dengan ramah akan menyambut kedatangan tami. ’’Ini baru awal Maret lalu dibuka. Sila ngupi-ngupi dulu ya,’’ sergahnya di tengah keramaian pengunjung yang biasanya menikmati kopi sambil menyiapkan diri untuk acara-acara anak muda yang sering digelar di sini.

Rupanya, Azman tahu betul kegemaran anak muda: musik hidup. Maka, warung kopinya ditata layaknya memiliki panggung kecil yang sering digelari pertunjukan musik hidup (live music) di hari-hari tertentu. Dan tak kalah dengan warung lain, sudah tersedia layar besar untuk ajang nonton pertunjukan sepak bola liga dunia. ’’Nah, kalau ada acara final liga Champion misalnya, kami buka 24 jam,’’ tegas Azman.

Ia bertutur, dalam sehari warung ini bisa kedatangan tak kurang 300 tamu. Maka, Sabtu dan Minggu merupakan puncak kunjungan dan meraka mengadakan berbagai pertunjukan musik hidup. Sebagai anak muda yang ’gaul’ Azman misalnya juga mengundang para hadirin muda melalui situs jejaring sosial pada acara pertunjukan rock music live-nya dengan tajuk, ’’Malam Bon Jovi’’. Musik, mulai mengalun sejak jam 4 sore. Break sejenak untuk maghrib dan isya sampai jam 7.30-an. Lalu, mulai jam 8 malam musik kembali mengiringi pengunjung hingga tengah malam.

Nah, bagi Anda yang berkunjung di Aceh, jangan coba-coba meninggalkan Aceh tanpa menikmati sunset dan indahnya pantai Lampuuk. Salah satu pantai terindah yang dimiliki Aceh dengan pasir putihnya yang memanjang sepanjang jalur Banda Aceh – Calang. Letaknya sekitar 15 km dari pusat kota menuju arah Calang. Ini jelas lokasi pilihan yang paling eksotis di kawasan Pantai Barat Aceh. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, pantai ini dipenuhi oleh penjaja ikan segar yang dilengkapi dengan tempat-tempat makan. Mereka akan menawarkan diri untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Meskipun belum seramai dulu, lokasi ini pulih dengan segera.

Pantai Lampuuk, terbilang ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Ribuan orang mendekat bibir pantai, ada lokasi strategis orang yang ingin berselancar dan memang luar biasa di senja hari di mana banyak orang menghabiskan waktu menikmati sunset. Dibanding pantai – pantai lain di Banda Aceh, Pantai Lampuuk merupakan pantai yang paling lengkap sarana dan prasarananya. WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch.

Sumber     : asep.wordpress

Senin, 15 November 2010

Resep Membuat Fettucine Black Pepper


Pasta yang lebar, kenyal dan gurih makin istimewa dengan paduan irisan tipis daging. Rasa pedas segar dari merica hitam dan paprika membuat pasta ini makin enak saja.

Bahan:
250 g spaghetti/fettucine
2 sdm minyak sayur
3 siung bawang putih, cincang halus
100 g paprika hijau, buang bijinya, cincang
100 g daging sukiyaki, potong-potong
2 sdt merica hitam butiran, memarkan agak halus
3 sdm saus BBQ
1 sdt garam
Taburan:
Keju Parmesan

Cara membuat:

* Rebus spaghetti dalam air secukupnya hingga empuk. Angkat dan tiriskan.
* Tumis bawang putih hingga wangi.
* Masukkan paprika, aduk hingga layu.
* Tambahkan daging, aduk hingga kaku.
* Masukkan merica hitam, saus BBQ dan garam. Aduk hingga rata.
* Masukkan spaghetti, aduk hingga rata.
* Angkat, beri bahan Taburan.


* detikfood

Bitterballen - Si Bola yang Garing dan Renyah

Jakarta - Camilan asal negeri kincir angin ini memang cukup sering dijumpai. Umumnya berisi daging sapi cincang yang dicampur dengan potongan parsley. Tidak hanya enak dijadikan camilan, tapi juga enak untuk lauk saat makan.
Kalau melihat camilan ini, biasanya yang terlintas di kepala adalah 'bola-bola daging'. Mungkin karena bentuknya yang bulat seperti bola dan juga bahan yang digunakan berasal dari daging sapi. Bitterballen namanya, camilan asal negeri Belanda ini sangat enak apalagi disantap hangat-hangat.
Cincangan daging sapi dicampur dengan sedikit tepung terigu, cincangan parsley, garam, merica, dan bubuk pala. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat-bulat menyerupai bola berdiameter kurang lebih 3 cm. Adonan yang sudah dibentuk kemudian digulingkan di dalam telur yang sudah dikocok, dan juga tepung roti.
Sehingga saat digoreng, bola-bola daging ini menghasilkan tekstur yang garing dan renyah. Bitterballen ini biasanya disajikan sebagai camilan sore. Disantap dengan cocolan saus sambal, saus tomat, atau juga mustard. Camilan ringan ini sangat terkenal di Belanda, Belgia, dan Suriname, tak terkecuali di Indonesia.
Kalau sedang berkunjung ke resto-resto Belanda, dengan mudah Anda akan menemukan bitterballen ini. Disajikan sebagai menu pembuka yang renyah enak. Bitterballen juga sangat terkenal di Skotlandia, hanya saja namanya Stovie Balls. Banyak sekali disajikan di club-club sebagai teman menonton pertandingan sepak bola.
*detikfood

Lagoona Restaurant, Bali

Aneka seafood segar plus keindahan laut dapat Anda reguk sekaligus di tempat nan indah di pulau ini. Pan Fried Prawn yang menggugah selera plus Fillet of Snapper yang berpadu dengan saus BBQ bakal menyuguhkan pengalaman bersantap nan istimewa dan tak terlupakan tentunya!

Tahun ini Bali tampaknya masih tetapi menjadi kota tujuan wisata yang sangat digemari baik lokal maupun mancanegara. Sebab Bali tak hanya menjanjikan panorama indah semata, kesempatan untuk 'wisata lidah' mencicipi berbagai hidangan lezat sudah menanti di pulau Dewata ini.

Salah satu tempat tujuan 'wisata lidah' di Bali yang dapat dikunjungi adalah Lagoona Restaurant. Restoran yang satu ini terletak di dalam Ayodya Resort - sebuah resort seluas 11,5 hektar - yang memiliki ambience hangat dan pemandangan langsung ke arah laut.

Perjalanan dari lobby hotel menuju Lagoona yang berada di tepi pantai meskipun cukup jauh namun terasa menyenangkan. Pemandangan nan hijau dengan tupai-tupai yang mengintip di pepohonan, serta burung-burung dan ikan yang berkumpul di danau buatan yang ada di tengah resort menjadi hiburan yang saya rindukan.

Akhirnya senyum hangat sang pelayan berkebaya khas Bali menyambut kedatangan kami di Lagoona. Cuaca cerah membuat kami memutuskan untuk menikmati hembusan angin pantai dan duduk di area luar yang memang jadi favorit pengunjung. Dari kejauhan tampak payung-payung putih melindungi kursi-kursi malas di tepi pantai.

Meskipun ini kunjungan pertama kami ke Lagoona tak sulit bagi kami menentukan pilihan. Ada aneka seafood atau steak, dan ada pula hidangan khas Bali seperti Nasi Goreng Bali atau Nasi Campur bisa dipesan. Untuk pembuka kami memesan Pan Fried Prawn dan seporsi Selection of Snacks untuk di-sharing beramai-ramai.

Untuk menu utama pilihan saya jatuh pada Garlic Sauteed Tiger Prawn dan Fillet of Snapper untuk teman saya. Kesemua menu ini dapat dipesan dengan tambahan rosmarry potatoes, tagliatelle, steamed rice, atau vegetables. Sengaja kami memilih tema 'seafood' biar matching dengan suasana pantai di hadapan kami.

Sambil menunggu hidangan tiba kami pun berkesempatan untuk merasakan pasir putih dan air laut di private beach milik Ayodya Resort. Lautnya benar-benar indah, jernih dan terjaga kebersihannya dengan para tamu hotel yang asyik berenang atau sekedar berjemur di tepi pantai.

Setelah beberapa menit bermain di pantai kami kembali ke area restoran dimana telah menunggu minuman dingin dan hidangan pembuka. Pan Fried Prawn tampil cantik dengan potongan dadu mangga segar yang dicampur irisan cabai. Hidangan ini berupa daging udang yang dihaluskan dan ditusukkan dalam sebatang lemongrass (penampilannya mirip seperti satai lilit). Rasa gurih udang dan sedikit ketumbar serta rempah lainnya beradu serasi di dalam mulut. Potongan mangga segar memberikan sensasi segar asam pedas yang nikmat.

Selection of Snacks disajikan dalam balutan wadah bambu dim sum, terdiri dari spring rolls, siomay, crab cake, dan samosa masing-masing dua buah. Kesemua snack ini kami nikmati dengan dua macam saus yang asam pedas atau manis. Hmm... benar-benar merangsang selera untuk segera menikmati menu utama.

Garlic Sauteed Tiger hadir dalam tampilan yang cantik. Lima buah udang berselimutkan butter sauce tampak lezat dan kelezatannya langsung menjadi nyata saat udang segar itu berpindah ke dalam mulut. Kekenyalan udang serasi dengan butter sauce yang ringan dengan sensasi gurih dan jejak aroma garlic. Babby potato dan sayuran segar seperti brokoli, jagung muda, dan wortel menjadi penyempurna hidangan ini.

Berbeda dengan Fillet of Snapper yang garing di luar dan lembut di dalam. Kulitnya yang renyah sangat gurih dengan kelembutan daging ikan kakap merah yang segar dengan sapuan saus BBQ. Penyuka seafood dijamin bakal menyukai kelezatannya.

Selama kami bersantap Lagoona Restaurant tak pernah sepi dikunjungi terutama saat-saat sore seperti ini. Maklum sebab bukan hanya kelezatan hidangan yang disembunyikan oleh restoran tepi laut yang satu ini, namun juga keindahan pantainya. Penyuka seafood dan laut pastinya wajib mampir jika berkunjung ke Bali.

Lagoona Restaurant
Ayodya Restort Bali
Jl. Pantai Mengiat, Nusa Dua
Bali


*detikfood

Kamis, 11 November 2010


DESAIN APIK, Interior Lokananta Terrace Resto tertata secara apik, menonjolkan suasana nyaman yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama berada di tempat ini. Alunan musik berikut instrumennya, terkhusus piano, ikut ditampilkan di resto yang terletak di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan ini.

JIKA Anda ingin mendengarkan musik dalam suasana yang tenang sambil ditemani sajian lezat nan menggoda selera,datang saja ke Lokananta Terrace Resto. Di sini semua keinginan tersebut bisa terpenuhi. Konsep yang menggabungkan makanan dan musik memang diusung Lokananta Terrace Resto. Nama restoran ini diambil dari bahasa Sanskerta, yakni loka yang berarti ’tempat’ dan nantayang bermakna ’musik’. Jadi, secara harfiah, lokananta bisa diartikan sebagai ’tempat mendengarkan musik’.

Menurut sang staf marketing restoran ini,Shindi P Hadiriani,Lokananta Terrace Resto didirikan oleh sekelompok pemuda yang berkeinginan memfasilitasi kebutuhan para pekerja dan keluarga. Dengan latar belakang pendirian seperti itulah, restoran yang beroperasi sejak 2003 ini didesain dengan konsep business and family restaurant. Suasana interiornya dibuat semiformal. ”Resto kami ditujukan untuk pangsa pasar business maupun leisureoriented,”ujar Shindi.

Tempat nyaman plus lokasi yang strategis menjadi keunggulan Lokananta yang terletak di Jalan Panglima Polim II,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Posisinya ada di perbatasan antara wilayah permukiman warga dan area bisnis, tak jauh dari Rumah Sakit Bersalin Asih. Shindi menuturkan,kenyamanan di Lokananta membuat banyak pengunjung memilih nongkrong dari siang sampai malam di tempat ini. Beberapa dari mereka sudah menjadi pelanggan tetap Lokananta.

Bahkan, menurut cerita Shindi,ada sepasang konsumennya yang berkenalan, melakukan pendekatan, hingga akhirnya melangsungkan lamaran di tempat ini. Lokananta terbagi menjadi tiga ruangan, yaitu ruang atau lantai mezzanine yang terletak di lantai atas dan berkapasitas 25 orang, ruang indoor yang berdaya tampung 50 pengunjung, dan area outdoor yang tidak kalah nyaman dan memiliki kapasitas 50 orang.

Untuk menciptakan kenyamanan yang lebih, pengelola restoran menyediakan sofa empuk bagi pengunjung di ruang indoor, selain irama musik yang senantiasa diperdengarkan dan menjadi hiburan utama di tempat ini. Sementara, area outdoor ditata secara asri dengan hiasan tanaman rambat yang mengelilingi area tersebut. Pada malam hari, area ini akan terlihat semakin indah. ”Kami menyebutnya desain dengan patio tropical garden. Pengunjung lebih banyak memilih tempat ini pada malam hari,”kata Shindi.

Salah seorang pelanggan Lokananta, Defian Widana, mengaku sangat menyukai restoran yang memiliki moto ”We Serve You with Heart” ini karena suasananya tenang dan nyaman. Harga menu makanan di sini pun relatif terjangkau. ”Selain makan, saya memilih tempat ini untuk beristirahat,”ujar Defian,yang lebih senang bersantai di teras Lokananta.Untuk melengkapi kenyamanan pengunjung, restoran ini juga menyediakan fasilitasWi-Fi gratis. (inggrid namirazswara-Harian Seputar Indonesia)


Sumber    : OpenRice.com

”Tahu Hujin Tje Lie Rina” ala Radja Ketjil

Ada banyak hal yang membuat orang datang ke sebuah tempat makan. Pertama-tama tentu saja makanan, lalu suasana tempat makan, dan yang tidak kalah penting pelayanan.

Untuk rumah makan Radja Ketjil di Terogong, Cipete, Jakarta Selatan, dua yang pertama adalah daya tarik utama. Berada di sebuah rumah dengan halaman samping yang disulap menjadi tempat makan, Radja Ketjil menyajikan suasana rumahan, mulai dari penataan ruangan hingga penyajian menu makanan.

Rumah makan ini sebetulnya menyajikan menu masakan china, tetapi beberapa di antaranya ada juga menu peranakan, antara lain buncis yang ditumis dengan daging sapi cincang dalam bumbu yang rasanya manis-pedas, lumpia, dan gurami goreng dengan saus asam manis.

Menu tersebut disajikan dengan nama-nama unik. Menu Tauge Ikan Pingin Kawin, misalnya, adalah menu tumis taoge ikan asin; Nasi Goreng Bangun Pagi adalah nasi goreng ayam; sementara Kakap Pangeran Muda adalah kakap goreng lada garam dengan saus asam manis.

Yang istimewa di Radja Ketjil adalah menu ”Tahu Hujin Tje Lie Rina”, yaitu angsio tahu yang disajikan dengan ayam cincang dan sayuran pocai. Dalam satu porsi terdapat empat potong tahu yang terasa lembut di lidah. Saus cokelat dan ayam cincang melengkapi rasa gurih lembut tahu.

”Tahunya kami buat sendiri,” kata Tika Panggabean, artis dan penyanyi yang memiliki Radja Ketjil bersama beberapa saudaranya. ”Menu tahu merupakan favorit tamu Radja Ketjil.”

Menu favorit Tika sendiri adalah ayam hongkong, bihun goreng, ayam goreng mentega (disebut dalam menu sebagai Ayam Siocia-siocia) dan Nasi Goreng Tujuh Samudra alias nasi goreng makanan laut.

Yang disebut terakhir sebetulnya nasi goreng yang sudah kita kenal, yaitu nasi goreng dengan isi udang, ikan, dan daging kepiting. Sementara Nasi Goreng Radja Ketjil adalah nasi goreng makanan laut yang diberi tambahan daging sapi dan daging ayam. Memang ini paduan yang tidak biasa, tetapi tampaknya lidah para tamu dapat menerima.

Sedangkan ayam hongkong, yaitu ayam goreng yang kulitnya kering dan rasanya gurih, dilengkapi saus minyak wijen dengan campuran bawang putih, serutan jahe yang memberi rasa segar.

Suasana rumahan

Meskipun baru resmi dibuka akhir tahun 2007, rumah makan ini sudah berhasil menarik minat para tamu. Minggu siang lalu, misalnya, meja di ruangan dalam terisi penuh dan banyak tamu memilih duduk di teras meskipun tanaman di sekeliling rumah makan tak mampu menghalau udara yang tetap terasa hangat.

Umumnya tamu yang datang adalah keluarga; bisa keluarga inti atau keluarga batih yang menghabiskan Minggu siang dengan makan bersama.

Suasana rumah makan di Terogong dibuat seperti rumah dengan interior diarahkan ke suasana tempo dulu bernuansa china. Warna merah tampak pada tiang ruang makan dan bantalan kursi kayu yang menemani meja kayu. Daun pintu berwarna hijau kacanya ditutup tirai dengan gaya tahun 1960-an.

Suasana rumah juga terasa dalam sajian makanan yang porsinya lumayan besar. Sup asparagus daging kepiting (disebut Soup Radja-radja) yang entah mengapa Minggu siang lalu terasa asin, misalnya, disajikan dalam wadah berbentuk bunga yang porsinya cukup untuk enam orang.

Begitu juga menu makanan lain, seperti nasi goreng, yang dapat disantap tiga orang. Gado-gado Ibu Suri yang lebih mirip asinan karena kuahnya cair dan rasanya asam-manis-pedas dengan taburan suwiran daging ayam dan ubur-ubur rebus, bisa dimakan berdua. Ayam kungpao yang dimasak dengan cabai kering, gorengan kacang mede, dan dibumbui kecap manis, bisa untuk lauk tiga orang.

Menurut Tika, tempat makan ini memang ingin menyajikan suasana rumah sehingga porsi pun disajikan alam ukuran cukup besar. ”Teman-temanku yang mau ke sana aku kasih saran untuk coba pesan satu menu buat berdua atau bertiga karena memang konsep tempat kami seperti sajian makan di rumah,” papar Tika.

Minuman yang ditawarkan juga beragam, termasuk es kacang merah dan susu kedelai, bandrek dan bajigur. Hanya bila memesan jus dan Anda tidak ingin jus itu disajikan dingin, Anda harus menjelaskan rinci kepada pramusaji agar mendapat apa yang Anda inginkan.

Harga makanan yang berkisar dari Rp 18.000 sampai Rp 27.000 per porsi, kecuali untuk masakan ikan gurami, ikan kakap dan kepiting, sesuai dengan apa yang disajikan.

Kalaupun ada yang sedikit mengganggu justru pelayanan yang terlalu bersemangat dari pramusaji. Penjelasan panjang lebar mereka malah membuat bingung. Maklum rumah makan ini memasang motto ”hubungan yang baik dapat tercipta dari rasa yang lezat dan pelayanan yang ramah”.


* kompas