Jakarta - Sate, gule dan tengkleng racikan mbok Galak ini memang mlekoh bumbunya. Dagingnya empuk, aromanya wangi, dan tidak prengus. Karena itu pula tiap kali pak Harto dan keluarga datang ke Solo, sate racikan mbok Galak ini tak pernah absen di meja makan ndalem Kalitan!
Warung makan sederhana di jalan Ki Mangunsarkoro Solo ini tak jauh beda dengan deretan warung makan lain. Yang terlihat mencolok adalah banner sponsor sebuah merk kecap di depan warung yang berwarna merah menyala dengan tulisan kuning; Sate Kambing-Gule-Tongseng-Tengkleng 'Mbok Galak'. Meja panjang dan bangku kayu sederhana berjajar di dalam warung yang nyaris tak pernah kosong. Kepulan asap sate kambingpun menebar di udara, sangat wangi, menggelitik hidung!
Seperti warng sate kambing khas Solo, menu yang ditawarkan selain sate kambing, ada tengkleng, gule dan tongseng. Menurut beberapa teman dan orang-orang di sekitar jalan tersebut, warung sate kambing inilah yang hampir selalu melayani pesanan pak Harto dan keluarga bila mereka datang ke ndalem Kalitan. Sebenarnya saya tak hanya penasaran dengan masakan olahan mbok Galak ini tetapi juga ingin tahu asal muasal nama si mbok pemilik warung ini. Mengingat raut muka dan tegur sapanya yang ramah tak mencerminkan sikap 'galak'nya.
Sambil melayani pembeli kamipun mengobrol. Nama asli mbok Galak ini adalah Sakiyem. Awal mulanya Sakiyem belajar memasak dan meracik bumbu dari sang bu lik bu Pujo yang lebih dulu buka warung sate pada tahun 1965. Barulah pada tahn 1982, Sakiyem mendirikan warung sate sendiri. Pak Harto, mantan presiden kita mengenal sate kambingnya melalui bu Pujo. Saat Sakiyem buka warung sendiri, keluarga pak Harto lebih sering memesan sate kambing pada Sakiyem.
"Dulu,satenya kami buat terus dikirim ke Ndalem Kalitan 50-100 tusuk setiap kali kirim", tuturnya. Untuk pesanan tersebut ia mengaku menyembelih 1 ekor kambing. 'Sayangnya setelah pak Harto lengser, jadi jarang pesan sate dan gule lagi. Pesanan yang terakhir itu tahun 2004,' ujar mbok Sakiyem sambil mengaduk gule kambing. Dari keluarga pak Harto, mbak Tututlah yang paling suka sate racikan mbok Galak ini.
Proses pembakaran sate mbok Galak sama dengan sate kambing yang lain. Namun, penyajiannya yang unik. Sate kambing tidak disajikan dengan tusuk satenya tetapi dilepaskan dari tusuknya. Jadilah sate kambing sepiring penuh tersaji di depan saya. Dilengkapi dengan irisan daun kol, jeruk nipis dan cabai rawit utuh. Hmmm... aromanya wangi menusuk hidung.Saat gigitan pertama saya kunyah, dagingnya terasa empuk, lembut, dengan lemak tak berlebihan dan rasa manis yang tak terlalu kuat.
Tercium aroma harum bawang putih, nyaris tak terlacak jejak bau prengus, aroma tajam khas BB kambing. Saya pun beralih ke piring berisi tongseng. Tongseng yang merupakan potongan daging kambing yang ditumis dengan bumbu gule, diberi tomat dan daun kol, dan kuahnya agak kental nyemek-nyemek. Suapan pertama langsung terasa bumbu gule khas Jawa racikan mbok Galak yang mlekoh, mantap dan berlimpah. Dipadu dengan daging kambing yang empuk, jadilah rasa tongseng yang uenaak! Tongseng ini disajikan dengan sepiring nasi putih.
Setelah mencicipi sate dan tongseng mbok Galak barulah saya mengerti kenapa pak Harto menyukai masakan mbok Galak. Pemakaian bumbu yang medok, terutama untuk gule (bumbu gule Jawa tak sama dengan gulai Sumatra), membuat cita rasa masakan khas Solo ini jadi mantap. Untuk berjualan mbok Galak setiap hari menyembelih 5 ekor kambing yang didatangkan dari Pasar Hewan Silir.
Proses memasak sudah dimulai sejak pukul 03.00 dini hari untuk mengolah 1000 tusuk sate atau 100 porsi. Mbok Galak memasak bersama 10 orang pegawai termasuk 2 orang anaknya. Soal sebutan 'Mbok Galak' bu Sakiyempun menjelaskan; "Wah, itu karena saya selalu galak sama pegawai," diiringi tawanya yang renyah.
Nah, kalau sedang jalan-jalan ke Solo, dan ingin mencicipi sate kambing dan gule khas Jawa, mampir saja ke warung mbok Galak ini. Sekaligus Anda bisa juga membuktikan kalau ternyata pak Harto punya selera yang bagus untuk masakan tradisional. Harga yang ditawarkan juga tak mahal. Tiap porsi sate (10 tusuk), gule dan tongseng dihargai Rp. 14.000,00.
Sate Kambing-Gule-Tongseng-Tengkleng
'Mbok Galak'
Jl. Kimangunsarkoro No.122
Solo
Sumber : detikfood
Lihat juga :
Soto
Seafood
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 September 2010
Senin, 06 September 2010
Resep Soto Aceh
Anda ingin mencoba kuliner nusantara lainnya? saya akan bagi-bagikan resep untuk anda yang para penggila soto
Bahan :
750 ml santan, dari sebutir kelapa
500 gr daging sapi, potong dadu kecil
2 bh tomat, iris-iris
2 btg serai, ambil bagian putihnya, memarkan
4 lembar dau salam
2 barang seledri, iris halus
2 bh jeruk nipis, peras
2 sdm bawang goreng, untuk taburan
3 sdm minyak, untuk menumis
Bumbu Halus :
1 sd ketumber, sangrai
4 butir kemiri
1 sdt merica bubuk
3 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
Garam secukupnya
Cara Membuat :
- Tumis bumbu halus sampai harum, masukan daging sapi, aduk-aduk hingga berubah warna. Tuangkan santan. Masukkan serai dan daun salam
- Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat. Lalu buang serai dan daun salam.
- Sajikan Soto daging dengan irisan tomat, bawang goreng, daun seledri dan air jeruk nipis.
- Masakan siap di hidangkan
- Untuk 10 porsi
Sumber : resepsedap
Lihat juga :
Sate
Seafood
Bahan :
750 ml santan, dari sebutir kelapa
500 gr daging sapi, potong dadu kecil
2 bh tomat, iris-iris
2 btg serai, ambil bagian putihnya, memarkan
4 lembar dau salam
2 barang seledri, iris halus
2 bh jeruk nipis, peras
2 sdm bawang goreng, untuk taburan
3 sdm minyak, untuk menumis
Bumbu Halus :
1 sd ketumber, sangrai
4 butir kemiri
1 sdt merica bubuk
3 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
Garam secukupnya
Cara Membuat :
- Tumis bumbu halus sampai harum, masukan daging sapi, aduk-aduk hingga berubah warna. Tuangkan santan. Masukkan serai dan daun salam
- Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat. Lalu buang serai dan daun salam.
- Sajikan Soto daging dengan irisan tomat, bawang goreng, daun seledri dan air jeruk nipis.
- Masakan siap di hidangkan
- Untuk 10 porsi
Sumber : resepsedap
Lihat juga :
Sate
Seafood
Minggu, 05 September 2010
Rahasia Kenikmatan Soto
Pada dasarnya rahasia kelezatan sop dan terutama soto terletak pada kaldunya. Penjual soto cenderung tidak ragu menggunakan daging yang berlemak, menambahkan tulang-tulang dan tetelan, lalu merebus kaldu hingga berjam-jam. Hasilnya tentu luar biasa. Tetapi untuk konsumsi rumah tangga, haruskah kita melakukannya?
Jawabannya sederhana: semua berpulang pada keputusan anda sendiri. Bila anda hendak menyiapkan sop atau soto untuk pesta keluarga, tentu anda menginginkan hasil yang paling sempurna. Tapi untuk konsumsi keluarga, beberapa trik berikut ini pasti bermanfaat, apalagi resep ini gratis..!
Kaldu Bubuk
Bila terpaksa, apa boleh buat? namun sejujurnya saja, rasa dan aroma bumbu-bumbu dalam kaldu bubuk yang kini mudah dibeli itu lebih cocok untuk makanan gaya barat.
Menyimpan Kaldu Beku
Di waktu senggang, anda dapat menyiapkan 'ekstrak' kaldu, mengemasnya dalam kantong plastik @ 1/4 ltr, serta membekukannya dalam freezer. Kaldu beku ini dapat digunakan kapan saja untuk memperkaya cita rasa sop dan soto. Walaupun nantinya juga menggunakan bahan daging (sapi, ayam, dll) sehingga terbentuk pula kaldu, tapi kuah sop / soto akan menjadi lebih mantap bila ditambah dengan ekstrak kaldu yang khusus anda persiapkan sebelumnya.
Jawabannya sederhana: semua berpulang pada keputusan anda sendiri. Bila anda hendak menyiapkan sop atau soto untuk pesta keluarga, tentu anda menginginkan hasil yang paling sempurna. Tapi untuk konsumsi keluarga, beberapa trik berikut ini pasti bermanfaat, apalagi resep ini gratis..!
Kaldu Bubuk
Bila terpaksa, apa boleh buat? namun sejujurnya saja, rasa dan aroma bumbu-bumbu dalam kaldu bubuk yang kini mudah dibeli itu lebih cocok untuk makanan gaya barat.
Menyimpan Kaldu Beku
Di waktu senggang, anda dapat menyiapkan 'ekstrak' kaldu, mengemasnya dalam kantong plastik @ 1/4 ltr, serta membekukannya dalam freezer. Kaldu beku ini dapat digunakan kapan saja untuk memperkaya cita rasa sop dan soto. Walaupun nantinya juga menggunakan bahan daging (sapi, ayam, dll) sehingga terbentuk pula kaldu, tapi kuah sop / soto akan menjadi lebih mantap bila ditambah dengan ekstrak kaldu yang khusus anda persiapkan sebelumnya.
Jenis ayam kampung yang tua merupakan pilihan terbaik untuk kuah sop dan soto. Dagingnya yang tentu saja keras, perlu direbus cukup lama sehingga menghasilkan zat ekstrak (sari pati) yang banyak dan gurih. Tambahan tulang-tulang, cakar, dan kepala yang dicincang kasar akan membuat kuah semakin sedap
Memilih Daging
Bagian daging sapi/kambing yang lunak dan berlemak memang sangat ideal. Misalnya sandung lamur/brisket (bagian perut), tulang iga yang masih berdaging, juga tetelan. Tapi bila menghindari
lemak, pilih bagian daging kaki/betis/shank. Meski relatif cukup keras, urat dan otot daging akan menjadi kenyal setelah direbus lama. Sedangkan daging rendang/top side, gandik, atau has dalam, kurang enak untuk sop dan soto.
Menyiapkan Jerohan
Bagi yang suka, jerohan sapi/kambing memiliki kenikmatan tersendiri. Walaupun harus diakui kandungan zat purinnya sangat tinggi, serta merupakan pemicu bagi penderita gout/asam urat. Sekarang ini beberapa jenis jerohan sapi/kambing yang sudah bersih bahkan sudah direbus matang mudah didapat dipasar swalayan. Misalnya paru, kikil, kaki, dan dengkul, babat dan usus. Namun semuanya ini perlu direbus lebih lama supaya lunak. Untuk penyedap rasa dan aroma, tambahkan daun salam dan sepotong jahe yang dimemarkan, ketika merebus. Dan buang sisa air perebus, karena kandungan lemaknya sangat tinggi
Sumber : hastaprima
Lihat juga :
Sate
Seafood
Jumat, 03 September 2010
Hmmm...Soto Padang Mangkuto
Jakarta - Hujan gerimis dan udara dingin membuat semangkuk soto Padang jadi makin menggoda. Aroma harum rempah menguap dari kepulan kuahnya yang kuning kecokelatan. Serpihan daging yang digoreng kering mengapung di permukaan, diselingi irisan daun bawang, seledri dan taburan bawang merah goreng. Hmm... saat disuap dengan nasi plus kerupuk kanji rasa lezatnya menari-nari di lidah! Amboi, lamak nian!
Meskipun bukan penggila soto, dari berbagai koleksi soto nusantara, soto Padang merupakan salah satu favorit saya. Warung soto Padang yang sering saya singgahi adalah Soto Padang Mangkuto di bilangan Pintu Air, Jakarta Pusat yang legendaris. Saya dengar dari teman saya yang urang awak dan tinggal di Cibubur, katanya ada warung soto Padang yang asli Padang.
Dari hasil penuturannya barulah saya tahu, kalau pemakaian nama Padang hanya khusus untuk orang yang benar-benar asli dari kota Padang. Sedangkan yang berasal dari daerah lain di Sumatra Barat memakai embel-embel Minang. Wah, saya jadi paham kenapa ada juga warung yang menjual soto Minang.
Karena itu saat berada di kawasan kota Wisata Cibubur, saya memaksakan diri, mencari warung soto Padang Roda Jaya yang manurut teman saya asli urang awak. Di deretan Ruko Canadian Broadway, warung makan yang menempati ruko mungil ini mudah dikenali. Selain ada spanduk juga lemari kaca berisi aneka daging dan jeroan sapi dipajang di depan agak menonjol.
Sepertinya saya datang di saat yang tepat. Suasana rumah makan tidak terlalu ramai dan hujan gerimis mulai turun sehingga cuaca terasa dingin. Pas rasanya buat menyantap semangkuk soto Padang. Senagaja saya memesan 2 mangkuk sekaligus, satu berisi daging dan yang satu paru plus sepiring nasi putih. Sayang sekali sate Padang yang ada dalam menu belum bisa dipesan.
Si uda sang pemilik langsung melayani kami. Dalam beberapa menit soto Padang pun tersaji panas mengepul di depan saya. Tampilan tak jauh berbeda dengan soto Padang yang pernah saya makan. Disajikan dalam mangku porselin Cina mungil dan permukaannya tertutup potongan daging dan paru goreng. Sepiring nasi putih hangat dengan taburan kerupuk kanji shocking pink menjadi pelengkap wajibnya!
Saat kuah kekuningan diaduk langsung tercium aroma rempah yang wangi menggelitik hidung. Kapulaga, cengkih, merica, pala, daun jeruk dan serai terlacak tajam. Konon bumbu racikan soto ini bisa mencapai 22 macam! Tak heran karena untuk mempertahankan kualitas racikan bumbu masih dikirim dari kota Padang, tempat asal rumah makan ini. Seperti yang ditulis pada spanduk rumah makan ini merupakan cabang rumah makan yang sama di Simpang Kinol Pondok Padang yang tersohor.
Isian soto Padang ini juga cukup padat, irisan kecil daging goreng, perkedel, suun, daun bawang dan seledri. Rasa daging goreng yang disebut dendeng ini sungguh renyah gurih dan garing meskipun sudah direndam kuah. Demikian juga dengan paru gorengnya yang tak terlacak bau amis, kriuk.. kriuk.. renyah gurih.
Sambal yang berwarna merah menyala dan kental merupakan pelengkap khas soto ini. Terbuat dari cabai merah yang digiling halus dengan garam sehingga saat diaduk dalam kuah soto, kuah soto menjadi sedikit kemerahan dan memberikan rasa pedas menggigit yang hebat!
Teh rempah yang saya pesan sebagai pengiring soto Padang ini tak kalah menarik. Disajikan dalam gelas tinggi dengan endapan susu kental manis di bawah. Aroma harum kayu manis, kapulaga dan jahe menguap harum. Tanpa diadukpun sudah terasa cukup manis. Teh susu gaya Padang ini terasa sangat hangat, harum dan manis. Pas sekali utnuk meredam rasa pedas menggigit yang menguasai mulut. Badan terasa hangat dan butiran mungil keringat mulai memenuhi dahi dan leher! Wouuw.sungguh sedap!
Jika ingin 'tambo ciek' karena porsi yang mungil tak cukup mengenyangkan tak usah khawatir kantong bakal kempes. Karena seporsi soto Padang daging garing dan soto daging paru dihargai Rp 9.000,00. dan teh rempah hangat Rp 5.000,00. Cukup murah bukan?
Karena itu jika Anda tergolong sebagai urang awak yang tak sempat pulang kampuang, mampir saja ke tempat ini. Racikan soto Padang yang asli ini dijamin bikin rasa kangen kampuang bakal terobati!
Soto Minang Roda Jaya
Ruko Canadian Broadway
Blok CB-A-16 Kota Wisata, Cibubur
Harga mulai dari Rp 3.000,00-Rp 10.000,00
Sumber : detikfood
Lihat juga :
Sate
Seafood
Meskipun bukan penggila soto, dari berbagai koleksi soto nusantara, soto Padang merupakan salah satu favorit saya. Warung soto Padang yang sering saya singgahi adalah Soto Padang Mangkuto di bilangan Pintu Air, Jakarta Pusat yang legendaris. Saya dengar dari teman saya yang urang awak dan tinggal di Cibubur, katanya ada warung soto Padang yang asli Padang.
Dari hasil penuturannya barulah saya tahu, kalau pemakaian nama Padang hanya khusus untuk orang yang benar-benar asli dari kota Padang. Sedangkan yang berasal dari daerah lain di Sumatra Barat memakai embel-embel Minang. Wah, saya jadi paham kenapa ada juga warung yang menjual soto Minang.
Karena itu saat berada di kawasan kota Wisata Cibubur, saya memaksakan diri, mencari warung soto Padang Roda Jaya yang manurut teman saya asli urang awak. Di deretan Ruko Canadian Broadway, warung makan yang menempati ruko mungil ini mudah dikenali. Selain ada spanduk juga lemari kaca berisi aneka daging dan jeroan sapi dipajang di depan agak menonjol.
Sepertinya saya datang di saat yang tepat. Suasana rumah makan tidak terlalu ramai dan hujan gerimis mulai turun sehingga cuaca terasa dingin. Pas rasanya buat menyantap semangkuk soto Padang. Senagaja saya memesan 2 mangkuk sekaligus, satu berisi daging dan yang satu paru plus sepiring nasi putih. Sayang sekali sate Padang yang ada dalam menu belum bisa dipesan.
Si uda sang pemilik langsung melayani kami. Dalam beberapa menit soto Padang pun tersaji panas mengepul di depan saya. Tampilan tak jauh berbeda dengan soto Padang yang pernah saya makan. Disajikan dalam mangku porselin Cina mungil dan permukaannya tertutup potongan daging dan paru goreng. Sepiring nasi putih hangat dengan taburan kerupuk kanji shocking pink menjadi pelengkap wajibnya!
Saat kuah kekuningan diaduk langsung tercium aroma rempah yang wangi menggelitik hidung. Kapulaga, cengkih, merica, pala, daun jeruk dan serai terlacak tajam. Konon bumbu racikan soto ini bisa mencapai 22 macam! Tak heran karena untuk mempertahankan kualitas racikan bumbu masih dikirim dari kota Padang, tempat asal rumah makan ini. Seperti yang ditulis pada spanduk rumah makan ini merupakan cabang rumah makan yang sama di Simpang Kinol Pondok Padang yang tersohor.
Isian soto Padang ini juga cukup padat, irisan kecil daging goreng, perkedel, suun, daun bawang dan seledri. Rasa daging goreng yang disebut dendeng ini sungguh renyah gurih dan garing meskipun sudah direndam kuah. Demikian juga dengan paru gorengnya yang tak terlacak bau amis, kriuk.. kriuk.. renyah gurih.
Sambal yang berwarna merah menyala dan kental merupakan pelengkap khas soto ini. Terbuat dari cabai merah yang digiling halus dengan garam sehingga saat diaduk dalam kuah soto, kuah soto menjadi sedikit kemerahan dan memberikan rasa pedas menggigit yang hebat!
Teh rempah yang saya pesan sebagai pengiring soto Padang ini tak kalah menarik. Disajikan dalam gelas tinggi dengan endapan susu kental manis di bawah. Aroma harum kayu manis, kapulaga dan jahe menguap harum. Tanpa diadukpun sudah terasa cukup manis. Teh susu gaya Padang ini terasa sangat hangat, harum dan manis. Pas sekali utnuk meredam rasa pedas menggigit yang menguasai mulut. Badan terasa hangat dan butiran mungil keringat mulai memenuhi dahi dan leher! Wouuw.sungguh sedap!
Jika ingin 'tambo ciek' karena porsi yang mungil tak cukup mengenyangkan tak usah khawatir kantong bakal kempes. Karena seporsi soto Padang daging garing dan soto daging paru dihargai Rp 9.000,00. dan teh rempah hangat Rp 5.000,00. Cukup murah bukan?
Karena itu jika Anda tergolong sebagai urang awak yang tak sempat pulang kampuang, mampir saja ke tempat ini. Racikan soto Padang yang asli ini dijamin bikin rasa kangen kampuang bakal terobati!
Soto Minang Roda Jaya
Ruko Canadian Broadway
Blok CB-A-16 Kota Wisata, Cibubur
Harga mulai dari Rp 3.000,00-Rp 10.000,00
Sumber : detikfood
Lihat juga :
Sate
Seafood
Kamis, 02 September 2010
Cicipin Yuk..., Sate Ayam Pak Sobikun
Gang yang satu ini memang sudah tersohor ke mana-mana, sebab di Gang Lawu- di Kota Ponorogo ini hampir semua penduduknya berjualan sate ayam. Ada satu nama yang terkenal yaitu Sobikun. Inilah pelopor sate Ponorogo di gang ini. Ketiga anaknya kini yang meneruskan yaitu, Tukri, Selamet dan Nandi.
Sate ayam Ponorogo, rasanya gurih dan manis. Potongan dagingnya besar-besar, dan bebas lemak. Setiap irisan dipotong memanjang, dan inilah yang membedakan sate Ponorogo dengan daerah lain. Tidak cuma menyajikan bagian daging ayam saja, biasanya sate ayam Ponorogo, menyediakan kulit ayam, jeroan, dan telur. Sebelum dibakar, daging ayam ini dibumbui lebih dulu. Dan selama proses pembakaran, sate ayam ini dicelupkan dalam larutan gula merah dan kecap berulang-ulang kali sehingga rasanya meresap.
“Sate ayam Ponorogo bisa langsung disantap, rasanya gurih dan manis. Inilah yang membedakan dengan sate-sate lainnya,” jelas Selamet Sodikun.
Jika disantap bersama bumbu kacang, rasanya jelas tambah nikmat. Karena tidak ingin kehabisan, dan berharap dapat bonus hehehe..saya dan Anton pagi-pagi ke kampung ini. Semua penghuni kampung sibuk, ada yang asik merajang sate, memasukkan daging ayam ke tusukan. Sementara laki-lakinya membakar. Melihat saya yang bengong, Pak Selamet menyuruh saya mencicipi sate yang baru saja diangkat dari bakaran.
“Coba aja Mbak, kalau makan di sini gratis,” ujarnya.
Wah, nggak salah neh saya ditawarin …saya tak kuasa menolak (halah..halah),
“Saya ambil dua tusuk, kulit dan jeroan. Ya ampun, wenak tenan. Pak Slamet turut tersenyum, ketika saya bilang rasanya mantap. “Coba lagi Mbak ?” tawarnya. Aiih…saya mengangguk cepat. Kali ini sate yang daging saja, dua tusuk. Huaah…dagingnya empuk sekali. Bumbunya meresap sampai di dalam daging, terasa sekali manis dan gurih. Sebenarnya saya berharap sate lagi, tapi apa daya nggak ditawarin lagi. Hehehe…
Saya akhirnya membeli satu besek, beserta lontongnya. Niatnya buat oleh-oleh pulang ke Surabaya, tapi nggak jadi, karena akhirnya saya habisin sendiri ..(Foto oleh : An. Berondong )
Sate Ayam Ponorogo
H. Tukri Sobikun
Jl. Lawu I/43 K
Gang Sate
Ponorogo
Sumber :
Lihat juga :
Seafood
Soto
Sate ayam Ponorogo, rasanya gurih dan manis. Potongan dagingnya besar-besar, dan bebas lemak. Setiap irisan dipotong memanjang, dan inilah yang membedakan sate Ponorogo dengan daerah lain. Tidak cuma menyajikan bagian daging ayam saja, biasanya sate ayam Ponorogo, menyediakan kulit ayam, jeroan, dan telur. Sebelum dibakar, daging ayam ini dibumbui lebih dulu. Dan selama proses pembakaran, sate ayam ini dicelupkan dalam larutan gula merah dan kecap berulang-ulang kali sehingga rasanya meresap.
“Sate ayam Ponorogo bisa langsung disantap, rasanya gurih dan manis. Inilah yang membedakan dengan sate-sate lainnya,” jelas Selamet Sodikun.
Jika disantap bersama bumbu kacang, rasanya jelas tambah nikmat. Karena tidak ingin kehabisan, dan berharap dapat bonus hehehe..saya dan Anton pagi-pagi ke kampung ini. Semua penghuni kampung sibuk, ada yang asik merajang sate, memasukkan daging ayam ke tusukan. Sementara laki-lakinya membakar. Melihat saya yang bengong, Pak Selamet menyuruh saya mencicipi sate yang baru saja diangkat dari bakaran.
“Coba aja Mbak, kalau makan di sini gratis,” ujarnya.
Wah, nggak salah neh saya ditawarin …saya tak kuasa menolak (halah..halah),
“Saya ambil dua tusuk, kulit dan jeroan. Ya ampun, wenak tenan. Pak Slamet turut tersenyum, ketika saya bilang rasanya mantap. “Coba lagi Mbak ?” tawarnya. Aiih…saya mengangguk cepat. Kali ini sate yang daging saja, dua tusuk. Huaah…dagingnya empuk sekali. Bumbunya meresap sampai di dalam daging, terasa sekali manis dan gurih. Sebenarnya saya berharap sate lagi, tapi apa daya nggak ditawarin lagi. Hehehe…
Saya akhirnya membeli satu besek, beserta lontongnya. Niatnya buat oleh-oleh pulang ke Surabaya, tapi nggak jadi, karena akhirnya saya habisin sendiri ..(Foto oleh : An. Berondong )
Sate Ayam Ponorogo
H. Tukri Sobikun
Jl. Lawu I/43 K
Gang Sate
Ponorogo
Sumber :
Lihat juga :
Seafood
Soto
Rabu, 01 September 2010
Soto Nikmat Karang Anyar Milik Haji Sahadi
Soto Mie Karang Anyar, Bertahan Lebih dari Setengah Abad
KAWASAN Sawah Besar atau Sao Besar, termasuk di dalamnya Pasar Baru, Krekot Bunder, Pecenongan punya sejarah yang cukup panjang. Meski seperti yang biasa terjadi di negeri ini, tapak sejarah itu sudah tak lagi berbekas. Sebut saja tempat tinggal keluarga Thamrin Moehammad Thabri (ayah Hoesni Thamrin) dan tempat tinggal Hoesni Thamrin setelah berkeluarga yang sudah menjadi pertokoan.
Jika secara fisik banyak warisan sejarah dibabat habis, tak demikian dengan warisan budaya kuliner, khususnya. Meski demikian, pedagang harus terus bertahan melawan masuknya menu asing dan menu tradisional yang dikemas mewah.
Kalau kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai pecinan dengan warisan budaya kuliner yang tak akan habis digali, maka kawasan Sawah Besar disebut sebagai kampung Betawi. Meski demikian, tak semua warisan budaya kuliner di kawasan ini adalah makanan asli Betawi. Sebut saja soto mie Nikmat milik keluarga Haji Sahadi.
Keberadaan soto mie khas Rancamaya, Bogor, ini sudah lebih dari setengah abad. Dari hanya berbekal pikulan dan dijajakan keliling di seputaran Krekot Bunder hingga kini sudah menempati lahan yang lumayan luas di Jalan E Karang Anyar ditambah satu cabang di ruko di Kelapa Gading.
Lokasi tempat makan ini memang tidak di pinggir jalan utama karena lebih tepat di sebut gang dan berada di lingkungan perumahan jadi bagi yang baru kenal dengan soto mie ini, agak sulit mencari. Tapi soto mie ini sudah cukup kesohor sehingga orang di seputaran Jalan Karang Anyar bisa jadi peta berjalan.
Sederhana tapi cukup bersih, begitu tampilan tempat ini. Di bagian depan ada plang bertuliskan Soto Mi Haji Sahadi. Anda datang, langsung dilayani dan biasanya Anda akan ditanya, apakah ingin soto mie campur, atau ada pilihan lain. Campuran soto mie sederhana saja, bihun, mie, kol, diguyur kuah daging dengan potongan daging. Tambahannya, risoles dan emping bulat sebesar piring ukuran sedang.
Untuk harga Rp 15.000/porsi, ukuran soto mie semangkok besar dengan daging menumpuk menutupi campuran lain, tentu sepadan. Jika Anda ingin tambah emping, ya, tambah Rp 3.000 sedangkan satu risoles dibanderol Rp 1.000.
Soal rasa, tentu perkara selera. Tapi jangan membayangkan soto mie ini seperti soto mie yang biasa Anda santap. Sebelum mencoba, tak perlu mencela. Memang ini hanya soto mie. Kesannya biasa. Tapi soto mie ini bukan hanya sudah melampaui lebih dari lima dekade tapi juga karena memang porsi dan rasanya berbeda dari soto mie lain.
Menurut Sumayadi, putra kedua dari enam bersaudara, yang kini bergantian dengan adik-adiknya menjalankan bisnis ayahnya, Haji Sahadi, daging yang digunakan sejak jaman sang ayah adalah daging kepala dan urat ditambah daging sop (daging iga). Hajah Mumun, istri Haji Sahadi, memang diserahi tugas mengelola bisnis ini namun karena usia beranjak senja, maka urusan ini akhirnya diturunkan pada keenam putra-putrinya.
”Kita bergantian seminggu-seminggu jaga di sini,” kata Sumayadi. Khusus untuk cabang di ruko Kelapa Gading, di Jalan Boulevard Raya FX1 no 3, yang mengelola adik dan kakak perempuan Sumayadi.
Buat yang suka makanan berkuah, di siang yang panas atau siang selepas hujan, soto mie ini bisa jadi pas. Bumbu dan kuah daging, apalagi jika ditambah sambal, ini beradu dan menghasilkan rasa yang bikin mulut enggan berhenti menyeruput sampai kuah ludes.
Soto Mi Nikmat Haji Sahadi buka dari Senin-Minggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 19.00.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Sate
KAWASAN Sawah Besar atau Sao Besar, termasuk di dalamnya Pasar Baru, Krekot Bunder, Pecenongan punya sejarah yang cukup panjang. Meski seperti yang biasa terjadi di negeri ini, tapak sejarah itu sudah tak lagi berbekas. Sebut saja tempat tinggal keluarga Thamrin Moehammad Thabri (ayah Hoesni Thamrin) dan tempat tinggal Hoesni Thamrin setelah berkeluarga yang sudah menjadi pertokoan.
Jika secara fisik banyak warisan sejarah dibabat habis, tak demikian dengan warisan budaya kuliner, khususnya. Meski demikian, pedagang harus terus bertahan melawan masuknya menu asing dan menu tradisional yang dikemas mewah.
Kalau kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai pecinan dengan warisan budaya kuliner yang tak akan habis digali, maka kawasan Sawah Besar disebut sebagai kampung Betawi. Meski demikian, tak semua warisan budaya kuliner di kawasan ini adalah makanan asli Betawi. Sebut saja soto mie Nikmat milik keluarga Haji Sahadi.
Keberadaan soto mie khas Rancamaya, Bogor, ini sudah lebih dari setengah abad. Dari hanya berbekal pikulan dan dijajakan keliling di seputaran Krekot Bunder hingga kini sudah menempati lahan yang lumayan luas di Jalan E Karang Anyar ditambah satu cabang di ruko di Kelapa Gading.
Lokasi tempat makan ini memang tidak di pinggir jalan utama karena lebih tepat di sebut gang dan berada di lingkungan perumahan jadi bagi yang baru kenal dengan soto mie ini, agak sulit mencari. Tapi soto mie ini sudah cukup kesohor sehingga orang di seputaran Jalan Karang Anyar bisa jadi peta berjalan.
Sederhana tapi cukup bersih, begitu tampilan tempat ini. Di bagian depan ada plang bertuliskan Soto Mi Haji Sahadi. Anda datang, langsung dilayani dan biasanya Anda akan ditanya, apakah ingin soto mie campur, atau ada pilihan lain. Campuran soto mie sederhana saja, bihun, mie, kol, diguyur kuah daging dengan potongan daging. Tambahannya, risoles dan emping bulat sebesar piring ukuran sedang.
Untuk harga Rp 15.000/porsi, ukuran soto mie semangkok besar dengan daging menumpuk menutupi campuran lain, tentu sepadan. Jika Anda ingin tambah emping, ya, tambah Rp 3.000 sedangkan satu risoles dibanderol Rp 1.000.
Soal rasa, tentu perkara selera. Tapi jangan membayangkan soto mie ini seperti soto mie yang biasa Anda santap. Sebelum mencoba, tak perlu mencela. Memang ini hanya soto mie. Kesannya biasa. Tapi soto mie ini bukan hanya sudah melampaui lebih dari lima dekade tapi juga karena memang porsi dan rasanya berbeda dari soto mie lain.
Menurut Sumayadi, putra kedua dari enam bersaudara, yang kini bergantian dengan adik-adiknya menjalankan bisnis ayahnya, Haji Sahadi, daging yang digunakan sejak jaman sang ayah adalah daging kepala dan urat ditambah daging sop (daging iga). Hajah Mumun, istri Haji Sahadi, memang diserahi tugas mengelola bisnis ini namun karena usia beranjak senja, maka urusan ini akhirnya diturunkan pada keenam putra-putrinya.
”Kita bergantian seminggu-seminggu jaga di sini,” kata Sumayadi. Khusus untuk cabang di ruko Kelapa Gading, di Jalan Boulevard Raya FX1 no 3, yang mengelola adik dan kakak perempuan Sumayadi.
Buat yang suka makanan berkuah, di siang yang panas atau siang selepas hujan, soto mie ini bisa jadi pas. Bumbu dan kuah daging, apalagi jika ditambah sambal, ini beradu dan menghasilkan rasa yang bikin mulut enggan berhenti menyeruput sampai kuah ludes.
Soto Mi Nikmat Haji Sahadi buka dari Senin-Minggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 19.00.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Sate
Sate Haji Romli
Sate Ayam dan Sate Kambing
Untuk sate ayam, sate RSPP baik dari H Romli maupun Pak Muri, keduanya memiliki ciri khas yang sama yaitu memiliki potongan daging ayam yang gemuk lalu ditusuk berseling kulit. Setelah itu, dibakar dengan kipas tradisional dan bukan kipas angin listrik. Hasilnya adalah aroma sate yang nikmat dengan rasa daging begitu gurih dan lembut. Setelah itu, di gerobak sate, sate yang sudah dibakar ditambah dengan bumbu kacang yang sedap dan lembut, kecap, dan taburan bawang goreng.
Begitu juga dengan sate kambing. Rasanya juga nikmat dengan bumbu kecap yang lezat. Daging kambing yang empuk membuat sate kambing di sini begitu lezat. Dan seperti tradisi di sini, semuanya dibakar dengan kipas tradisinal yang membuat daging menjadi matang dan bumbu meresap ke dalam.
Untuk seporsi sate ayam, harganya Rp. 13.000,-. Sedangkan jika Anda ingin menambah lontong, Anda harus menambah Rp. 2.000,-. Jadi dengan total Rp. 15.000,- Anda bisa menikmati sate ayam yang lezat. Sedangkan untuk sate kambing harganya Rp. 15.000,- per porsi. Untuk urusan minuman, Anda tinggal memesan di restoran Yamin yang menyediakan berbagai jus dan es. Tentunya pembayaran sate dan jus di restoran Yamin terpisah.
Tentunya menikmati sate di sini membuat rasa dan aroma sate yang kuat terbawa hingga ke rumah. Dan Anda tentunya akan merencanakan mengunjungi lagi. Pada siang hari biasanya ramai dikunjungi karyawan yang bekerja di Jakarta. Sedangkan pada malam hari, juga tetap ramai dikunjungi apalagi pada akhir pekan. Jika Anda siap mengantri maka Anda akan menikmati rasa yang khas dari Sate H Romli atau Sate Pak Muri ini.
Sate RSPP
Sate Pak Muri
Jam Buka:
Jl. Kyai Maja No. 21
(depan RS Pusat Pertamina/RSPP)
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12120
Sumber : kumpulan.info
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Untuk sate ayam, sate RSPP baik dari H Romli maupun Pak Muri, keduanya memiliki ciri khas yang sama yaitu memiliki potongan daging ayam yang gemuk lalu ditusuk berseling kulit. Setelah itu, dibakar dengan kipas tradisional dan bukan kipas angin listrik. Hasilnya adalah aroma sate yang nikmat dengan rasa daging begitu gurih dan lembut. Setelah itu, di gerobak sate, sate yang sudah dibakar ditambah dengan bumbu kacang yang sedap dan lembut, kecap, dan taburan bawang goreng.
Begitu juga dengan sate kambing. Rasanya juga nikmat dengan bumbu kecap yang lezat. Daging kambing yang empuk membuat sate kambing di sini begitu lezat. Dan seperti tradisi di sini, semuanya dibakar dengan kipas tradisinal yang membuat daging menjadi matang dan bumbu meresap ke dalam.
Untuk seporsi sate ayam, harganya Rp. 13.000,-. Sedangkan jika Anda ingin menambah lontong, Anda harus menambah Rp. 2.000,-. Jadi dengan total Rp. 15.000,- Anda bisa menikmati sate ayam yang lezat. Sedangkan untuk sate kambing harganya Rp. 15.000,- per porsi. Untuk urusan minuman, Anda tinggal memesan di restoran Yamin yang menyediakan berbagai jus dan es. Tentunya pembayaran sate dan jus di restoran Yamin terpisah.
Tentunya menikmati sate di sini membuat rasa dan aroma sate yang kuat terbawa hingga ke rumah. Dan Anda tentunya akan merencanakan mengunjungi lagi. Pada siang hari biasanya ramai dikunjungi karyawan yang bekerja di Jakarta. Sedangkan pada malam hari, juga tetap ramai dikunjungi apalagi pada akhir pekan. Jika Anda siap mengantri maka Anda akan menikmati rasa yang khas dari Sate H Romli atau Sate Pak Muri ini.
Sate RSPP
Sate Pak Muri
Jam Buka:
- Sate H Romli: 8.00 - 15.00
- Sate Pak Muri: 15.30 - 24.00
(depan RS Pusat Pertamina/RSPP)
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12120
Sumber : kumpulan.info
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Jajanan soto Kudus
Menu Andalan: Soto campur
Range Harga: 10,000 - 30,000
Lokasi: Jl. Kebon Nanas III, bisa masuk dari OTISTA atau By Pass
Jam buka: 09:00 - 20:00
Halal?: Ya
Deskripsi: Untuk menambah perbendaharaan per soto kudusan di Jakarta, silahkan coba soto di rumah makan ini.
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Festival Jajanan Bango
Festival Jajanan Bango 2009
Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sabtu, 23 Mei 2009 dan Minggu, 24 Mei 2009
Untuk terus melestarikan makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) yang melibatkan ratusan penjaja makanan tradisional dari berbagai kota di Indonesia. Festival tahun ini dikemas dengan tajuk “Festival Kelezatan Sepenuh Hati” yang menonjolkan empat pilar utama, yaitu bahan baku pilihan, resep warisan, cara memasak otentik dan penyajian orisinal.
Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam menumbuh kembangkan sektor UKM bidang kuliner serta menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia melalui wisata kuliner. Bango menyadari bahwa makanan (kuliner) adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi FJB. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.
Ada yang baru di Festival Jajanan Bango tahun ini. Kini para penjaja makanan dibikin berbeda antara hari pertama dan kedua. Jadi alangkah nikmatnya bila kita berkunjung di hari Sabtu, juga di hari Minggunya.
Segala kelezatan menyatu dengan sepenuh hati di Festival Jajanan Bango 2009.
FJB menyajikan aneka ragam makanan tradisional khas Jakarta dan menghadirkan Duta Bango dari 8 kota:
Sabtu, 23 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam & Ikan Bakar Taliwang PSKD
3. Ayam Bakar Mas Mono
4. Ayam Penyet Depot Soto Sulung Suroboyo Bu Laminten
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakwan Malang Cak Uban
8. Baso Joni Ciragil
9. Bebek Goreng Yogi
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta Rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Empal Gentong Cirebon Ibu Lili
14. Gabus Pucung & Pecak Gurame Bpk. Misan
15. Gado-gado Bon Bin
16. Iga Bakar Warung Melo
17. Ikan Bakar Nasri
18. Kari Umbi
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur H. Mahmud
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Seulawah Benhil
24. Mi Ayam Pak Loso Kumis Jl. Irian/ Lombok
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
28. Nasi Pecel Bu Linawati
29. Nasi Timbel Proklamasi
30. Nasi Uduk & Ayam Goreng H. Babe Saman
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. RM. Pelangi
34. Rujak Juhi Petojo
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Buntut Cut Mutia
39. Sop Kaki Kambing Enday
40. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
41. Soto Betawi Mpok Rodemah
42. Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut Jl. Sabang
43. Soto Kaki Sapi Mencos
44. Soto Kudus Otista
45. Soto Mie Suwiryo
46. Soto Tangkar Aneka Sari H. Diding
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Tongseng Jati Negara W Sederhana
51. Warung Anglo
52. Asinan Betawi Ny. Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
Minggu, 24 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam Bakar Cahyo
3. Ayam Bakar Jepang
4. Ayam Penyet & Soto Ayam Depot Ria
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakso Gepeng “Terserah”
8. Bakwan Malang Cak Uban
9. Bebek Tiktok Van Depok
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Dapur Buntut
14. Empal Gentong Khas Cirebon Tebet
15. Gabus Pucung & pecak Gurame Bpk. Misan
16. Gado-gado Kertanegara
17. Iga Bakar Warung Melo
18. Ikan Bakar & Sop Iga Bang Yus
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur Sukarna
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Kana
24. Mie Ayam Bloon
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Lalan Bhakti
28. Nasi Pecel Madiun Bu Suyati
29. Nasi Timbel Omah Sendok
30. Nasi Uduk Gondangdia Cahaya Asli
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. Rm. Pelangi
34. Rujak Juhi Pak Tata
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Kaki Kambing H. Dudung
39. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
40. Soto Betawi Bang Tata
41. Soto Ceker Ayam Arifin Gandaria II
42. Soto Kaki Sapi Mencos
43. Soto Kudus Otista
44. Soto Mie Saroja
45. Soto Tangkar & Sate Daging Sapi Khas Betawi
46. Tahu Baso Bandung Cipete
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Warung Anglo
51. Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi
52. Asinan Betawi Ny Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
___________________________________________________
Jajanan Pasar:
1. Asinan Betawi Ny. Isye
2. Es Durian Medan
3. Ice Cream Ragusa
4. Pempek @Bing
5. Es Goyang & Selendang Mayan
6. Es Cingcau Ciragil
7. Sate Padang Pariaman
8. Kue Khas Betawi
9. Kerak Telor
10. Kue Khas Palembang
Para Duta Bango yang bakal tampil di FJB 09:
Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung)
Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan)
Tengkleng Ibu Edi (Solo)
Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya)
Sop Saudara Jl. Irian (Makassar)
Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta)
Tahu Bakso Ibu Pudji- Ungaran (Semarang)
Pondok Sate Pejompongan (Jakarta)
Sumber: Seputar-eo.com
Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sabtu, 23 Mei 2009 dan Minggu, 24 Mei 2009
Untuk terus melestarikan makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) yang melibatkan ratusan penjaja makanan tradisional dari berbagai kota di Indonesia. Festival tahun ini dikemas dengan tajuk “Festival Kelezatan Sepenuh Hati” yang menonjolkan empat pilar utama, yaitu bahan baku pilihan, resep warisan, cara memasak otentik dan penyajian orisinal.
Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam menumbuh kembangkan sektor UKM bidang kuliner serta menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia melalui wisata kuliner. Bango menyadari bahwa makanan (kuliner) adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi FJB. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.
Ada yang baru di Festival Jajanan Bango tahun ini. Kini para penjaja makanan dibikin berbeda antara hari pertama dan kedua. Jadi alangkah nikmatnya bila kita berkunjung di hari Sabtu, juga di hari Minggunya.
Segala kelezatan menyatu dengan sepenuh hati di Festival Jajanan Bango 2009.
FJB menyajikan aneka ragam makanan tradisional khas Jakarta dan menghadirkan Duta Bango dari 8 kota:
Sabtu, 23 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam & Ikan Bakar Taliwang PSKD
3. Ayam Bakar Mas Mono
4. Ayam Penyet Depot Soto Sulung Suroboyo Bu Laminten
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakwan Malang Cak Uban
8. Baso Joni Ciragil
9. Bebek Goreng Yogi
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta Rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Empal Gentong Cirebon Ibu Lili
14. Gabus Pucung & Pecak Gurame Bpk. Misan
15. Gado-gado Bon Bin
16. Iga Bakar Warung Melo
17. Ikan Bakar Nasri
18. Kari Umbi
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur H. Mahmud
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Seulawah Benhil
24. Mi Ayam Pak Loso Kumis Jl. Irian/ Lombok
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
28. Nasi Pecel Bu Linawati
29. Nasi Timbel Proklamasi
30. Nasi Uduk & Ayam Goreng H. Babe Saman
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. RM. Pelangi
34. Rujak Juhi Petojo
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Buntut Cut Mutia
39. Sop Kaki Kambing Enday
40. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
41. Soto Betawi Mpok Rodemah
42. Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut Jl. Sabang
43. Soto Kaki Sapi Mencos
44. Soto Kudus Otista
45. Soto Mie Suwiryo
46. Soto Tangkar Aneka Sari H. Diding
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Tongseng Jati Negara W Sederhana
51. Warung Anglo
52. Asinan Betawi Ny. Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
Minggu, 24 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam Bakar Cahyo
3. Ayam Bakar Jepang
4. Ayam Penyet & Soto Ayam Depot Ria
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakso Gepeng “Terserah”
8. Bakwan Malang Cak Uban
9. Bebek Tiktok Van Depok
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Dapur Buntut
14. Empal Gentong Khas Cirebon Tebet
15. Gabus Pucung & pecak Gurame Bpk. Misan
16. Gado-gado Kertanegara
17. Iga Bakar Warung Melo
18. Ikan Bakar & Sop Iga Bang Yus
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur Sukarna
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Kana
24. Mie Ayam Bloon
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Lalan Bhakti
28. Nasi Pecel Madiun Bu Suyati
29. Nasi Timbel Omah Sendok
30. Nasi Uduk Gondangdia Cahaya Asli
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. Rm. Pelangi
34. Rujak Juhi Pak Tata
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Kaki Kambing H. Dudung
39. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
40. Soto Betawi Bang Tata
41. Soto Ceker Ayam Arifin Gandaria II
42. Soto Kaki Sapi Mencos
43. Soto Kudus Otista
44. Soto Mie Saroja
45. Soto Tangkar & Sate Daging Sapi Khas Betawi
46. Tahu Baso Bandung Cipete
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Warung Anglo
51. Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi
52. Asinan Betawi Ny Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
___________________________________________________
Jajanan Pasar:
1. Asinan Betawi Ny. Isye
2. Es Durian Medan
3. Ice Cream Ragusa
4. Pempek @Bing
5. Es Goyang & Selendang Mayan
6. Es Cingcau Ciragil
7. Sate Padang Pariaman
8. Kue Khas Betawi
9. Kerak Telor
10. Kue Khas Palembang
Para Duta Bango yang bakal tampil di FJB 09:
Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung)
Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan)
Tengkleng Ibu Edi (Solo)
Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya)
Sop Saudara Jl. Irian (Makassar)
Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta)
Tahu Bakso Ibu Pudji- Ungaran (Semarang)
Pondok Sate Pejompongan (Jakarta)
Sumber: Seputar-eo.com
Langganan:
Postingan (Atom)


