Minggu, 21 November 2010

Kopi Lanang Bikin Greng dan Perkasa

Sebagian besar masyarakat memang belum banyak mengenal apa kopi lanang, yang kini dikembangkan PT Perkebunan Nusantara XII Perkebunan Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain secara fisik memang berbeda, kopi berbentuk tunggal dan bulat itu juga diyakini mampu menambah vitalitas kaum adam. Menurut salah seorang petugas Cafe Malangsari Kalibaru, Nurhayati, kopi lanang asal Banyuwangi ini merupakan kopi pilihan yang bisa membuat peminumnya merasakan tenaga ekstra."Salah satunya tidak membuat mata mengantuk, selain ada yang bilang bisa menambah vitalitas yang meminumnya,"ujarnya.

Untuk mendapatkan kopi lanang itu, kata dia, melalui proses yang tidak mudah. Biji kopi lanang, harus melalui penyortiran biji kopi yang jumlahnya mencapai puluhan ribu biji kopi jenis robusta."Bila biji kopi umumnya terbelah dua, biji kopi lanang bulat dan tunggal," Nurhayati menambahkan.

Bagi penikmati kopi, sangat cocok mengonsumsi kopi lanang ini karena kadar kafeinnya sangat tinggi sehingga tidak mudah mengantuk, di samping cita rasa kopinya begitu halus.Karena itu, kopi lanang ini sangat cocok dikonsumsi di daerah yang suhu udaranya cukup dingin seperti di wilayah Kecamatan Kalibaru dan Glenmore.

Menurut salah seorang penikmati kopi lanang, Yudi, warga Kecamatan Genteng, hampir setiap hari ia sempatkan datang ke Cafe Malangsari hanya untuk menikmati kopi lanang.

Selain bisa menambah tenaga ekstra, terutama agar tidak mudah mengantuk, juga cita rasanya sangat berbeda dengan rasa kopi pada umumnya.

Apalagi harga secangkir kopi lanang cuma Rp 3.000 per cangkirnya. "Berbeda jika kita ingin minum kopi luwak yang akhir-akhir ini mulai ngetren sehingga harganya juga cukup mahal,"ujarnya.

Namun jika Anda tidak bisa menikmati langsung cita rasa kopi lanang di Cafe Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, kini tidak perlu repot lagi karena Anda bisa membeli kemasan cantik kopi lanang itu di supermarket di kota Banyuwangi.


* metrogaya

Durian Termahal dan Terenak Datang dari Kotoran Gajah?

Proses mendapatkannya mirip Kopi Luwak. Tak hanya lezat, 'Durian Gajah' juga afrodisiak.

Kedengarannya menjijikan, durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Ini makanan kedua yang datang dari kotoran hewan.Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak -- yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan 'Durian Gajah' itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian. Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam -- durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian -- sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan 'Orang Asli'. Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam -- membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu. "Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal," kata Chor, seperti dimuat situs New Straits Times.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya. Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual -- setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan 'Durian Gajah' makin tinggi dan harganya terus meningkat.

* metrogaya
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Pesona Aceh, Bukan Hanya dalam Secangkir Kopi

Banda Aceh, lima tahun semenjak disapa tsunami, tak lagi terasa nyeri. Kehidupan sudah berlangsung biasa sebagaimana lazimnya kota-kota lain yang menggerakkan roda ekonomi. Berkunjung ke sana, mungkin tak lengkap bila kita tak menyinggahi lokasi-lokasi kongkow yang meriah dan merakyat. Khas Aceh dan hidangan panganan melayu, warung kopi dan keramaian di pusat jajanan tak terhindarkan lagi. Riuh.

Tujuan kita pertama adalah Rex Peunayong, lokasi jajanan khas Aceh di Pusat Jajanan Banda Aceh. Pada malam minggu, beraneka rupa keriuhan menjadi satu dan para pengunjung mulai memadat di jam-jam malam nongkrong. ’’Biasanya suka ada acara-acara menarik di sini yang tak jarang pula dihadiri penggede-penggede Aceh,’’ tukas Yoki F Nasution, rekan seperjalanan pemburu jajanan Aceh. Sebagai area sales manajer Sosro di Aceh, Yoki tahu benar sejarah tempat kongkow ini. ’’Dulu, tempat ini tanah lapang di mana banyak penjual kudapan berkumpul,’’ katanya.

Mulanya lantai berdebu dengan meja dan kursi plastik menjadi hiasan tempat ramai ini. Banyak penjual panganan partai besar berkumpul di sini. Semuanya masih serba gerobak. Dalam perjalanan waktu, lokasi ini mulai dibenahi dan berubah menjadi arena gaul dengan konsep ruang terbuka. Seperti sentra kuliner yang sudah tertata rapi dengan aneka jajanan dan panganan khas Aceh yang menantang untuk dinikmati. Sekalinya kita datang, pilih saja tempa paling mantap di antara kursi dan meja yang berhamburan di sepanjang halaman kompleks kuliner ini. Duduk yang nyaman dan perhatikan berbagai menu yang tersaji di seputaran lokasi.

Yang suka panganan Aceh langsung saja serbu mie Aceh yang khas, sate Matang hingga kerang rebus. Jangan khawatir makanan daerah lain juga ada di sini, mau sate Padang? Ada. Mau sate Madura? Bisa. ’’Hanya saja di sini tak disebut sate Madura, tapi sate Jawa,’’ tambah Yoki. Ini model sate khas Jawa, memang, karena mirip dengan sate madura pula bumbu sate menggunakan sambal kacang.

Kompleks yang ramai ini memang menjadi barometer bangkitnya kembali masyarakat Aceh dari bencana dahsyat yang menerjang sebagian besar pesisir Barat dan belasan kabupaten kota termasuk ibukota provinsi paling barat Idonesia di Banda Aceh ini. Di sekeliling pusat jajanan ini pula terlihat tempat-tempat penginapan dan hotel yang berhasil dibangun kembali atau bertahan paska kejadian tsunami akhir 2004 lalu. Kita tentu ingat ya, di Hotel Medan, sempat bertengger kapal nelayan yang dibawa tsunami ke tengah kota Banda Aceh ini.

Lokasi berburu makanan di seputaran Banda Aceh kini mengarah ke Dhapu Kupi. Mengingat warung kopi, sebetulnya memang merupakan lokasi khas pilihan masyarakat Melayu. Sejak dari Semenanjung Negeri Jiran hingga Daratan Sumatera dan Kalimantan di mana pusat kehidupan warga keturunan melayu menonjol, pastilah situasi lokasi jajanan dengan hidangan kopinya menjadi pelengkap komunitas yang gampang dijumpai di jalan-jalan utama kota. Lokasi Dhapu Kopi ada di Baru Batoh atau lebih dikenal sebagai Simpang Surabaya. Nama jalan resminya Dr. Teuku Mr. Mohammad Hasan. Orang mengenal tempat ini sebagai lokasi di mana dahulu orang-orang Jawa Timur yang merantau di Aceh berkumpul dan kemudian bermukim di sini. Sebagai salah satu lokasi pilihan yang menarik untuk anak-anak muda karena di sini kerap digelar acara-acara asyik seperti nonton bareng pertandingan sepakbola berbagai Kompetisi Liga Dunia. Sambil menikmati tontonan di layar besar, mereka biasanya berbincang dengan ditemani suguhan utama kopi dan kopi susu khas Aceh. Memang mungkin tak berbeda jauh dengan hidangan kopi di tempat lain, hanya aroma khas Kopi Aceh bisa kita sruput di situ.

Makanan semacam Mie Aceh bisa dipesan. Yang pasti, begitu kita datang aneka 
gorengan yang disajikan di piring serta ditambah piring kecil isi sambal kecap langsung akan menyerbu di meja. Di Dhapu Kupi tentu saja menyimpan senjata rahasia kopinya. Kopi yang dipakai di sini adalah hasil produksi dari Ulee Kareeng, daerah yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Rasanya mantap.

Bicara Banda Aceh dan Perburuan Kopi, tentu jangan mudah menyerah. Sudah dari Dhapu Kupi kita menyeberang menuju The Next Coffee and Music studio. Lokasinya terletak di Jalan Dr. Mohammad Hasan juga. Memang di wilayah ini banyak terdapat warung kopi khas Aceh. Lihat di situ ada banner besar ’’Mangat That’’ yang berarti Enak Sekali dalam bahasa Aceh. Azman, pemilik warung itu, dengan ramah akan menyambut kedatangan tami. ’’Ini baru awal Maret lalu dibuka. Sila ngupi-ngupi dulu ya,’’ sergahnya di tengah keramaian pengunjung yang biasanya menikmati kopi sambil menyiapkan diri untuk acara-acara anak muda yang sering digelar di sini.

Rupanya, Azman tahu betul kegemaran anak muda: musik hidup. Maka, warung kopinya ditata layaknya memiliki panggung kecil yang sering digelari pertunjukan musik hidup (live music) di hari-hari tertentu. Dan tak kalah dengan warung lain, sudah tersedia layar besar untuk ajang nonton pertunjukan sepak bola liga dunia. ’’Nah, kalau ada acara final liga Champion misalnya, kami buka 24 jam,’’ tegas Azman.

Ia bertutur, dalam sehari warung ini bisa kedatangan tak kurang 300 tamu. Maka, Sabtu dan Minggu merupakan puncak kunjungan dan meraka mengadakan berbagai pertunjukan musik hidup. Sebagai anak muda yang ’gaul’ Azman misalnya juga mengundang para hadirin muda melalui situs jejaring sosial pada acara pertunjukan rock music live-nya dengan tajuk, ’’Malam Bon Jovi’’. Musik, mulai mengalun sejak jam 4 sore. Break sejenak untuk maghrib dan isya sampai jam 7.30-an. Lalu, mulai jam 8 malam musik kembali mengiringi pengunjung hingga tengah malam.

Nah, bagi Anda yang berkunjung di Aceh, jangan coba-coba meninggalkan Aceh tanpa menikmati sunset dan indahnya pantai Lampuuk. Salah satu pantai terindah yang dimiliki Aceh dengan pasir putihnya yang memanjang sepanjang jalur Banda Aceh – Calang. Letaknya sekitar 15 km dari pusat kota menuju arah Calang. Ini jelas lokasi pilihan yang paling eksotis di kawasan Pantai Barat Aceh. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, pantai ini dipenuhi oleh penjaja ikan segar yang dilengkapi dengan tempat-tempat makan. Mereka akan menawarkan diri untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Meskipun belum seramai dulu, lokasi ini pulih dengan segera.

Pantai Lampuuk, terbilang ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Ribuan orang mendekat bibir pantai, ada lokasi strategis orang yang ingin berselancar dan memang luar biasa di senja hari di mana banyak orang menghabiskan waktu menikmati sunset. Dibanding pantai – pantai lain di Banda Aceh, Pantai Lampuuk merupakan pantai yang paling lengkap sarana dan prasarananya. WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch.

Sumber     : asep.wordpress

Selasa, 16 November 2010

Resep Lezat Burger Ayam Saus Sayuran

Resep Masakan Lezat Burger Ayam Saus Sayuran bahan makanan cara memasak dan penyajian Dengan cita rasa resep masakan asia menggugah selera semua.

Burger Ayam Saus Sayuran

Bahan:

Burger:
200 g daging paha ayam (tanpa tulang dan kulit)
300 g daging dada ayam (tanpa tulang dan kulit)
1 kuning telur ayam
1 sdm susu bubuk
1 sdm tepung panir kasar
20 g bawang Bombay, cincang halus
1/2 sdt pala bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Saus:
1 sdm mentega
20 g bawang bombay, cincang halus
5 buah jamur champignon, bersihkan
1 sdm kacang polong beku
1 sdm tepung terigu
250 ml susu segar
1 sdm saus BBQ
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
Burger:
Cincang halus daging paha dan dada ayam.
Bagi adonan menjai 4 bagian, bentuk menjadi bulat panjang dan sedikit pipihkan.
Masak burger dengan mentega hingga matang dan agak kering kedua sisinya.

Saus:
Tumis bawang bombay hingga layu.
masukkan jamur dan kacang polong, aduk hingga layu.
taburi tepung terigu, aduk hingga rata.
Tuangi susu, aduk hingga rata.
tambahkan bumbu, didihkan. Angkat.
Sajikan burger dengan Sausnya.

Untuk 4 orang

* resepmasakanlezat
Lihat juga : table8, sushi tei,

Senin, 15 November 2010

Resep Membuat Fettucine Black Pepper


Pasta yang lebar, kenyal dan gurih makin istimewa dengan paduan irisan tipis daging. Rasa pedas segar dari merica hitam dan paprika membuat pasta ini makin enak saja.

Bahan:
250 g spaghetti/fettucine
2 sdm minyak sayur
3 siung bawang putih, cincang halus
100 g paprika hijau, buang bijinya, cincang
100 g daging sukiyaki, potong-potong
2 sdt merica hitam butiran, memarkan agak halus
3 sdm saus BBQ
1 sdt garam
Taburan:
Keju Parmesan

Cara membuat:

* Rebus spaghetti dalam air secukupnya hingga empuk. Angkat dan tiriskan.
* Tumis bawang putih hingga wangi.
* Masukkan paprika, aduk hingga layu.
* Tambahkan daging, aduk hingga kaku.
* Masukkan merica hitam, saus BBQ dan garam. Aduk hingga rata.
* Masukkan spaghetti, aduk hingga rata.
* Angkat, beri bahan Taburan.


* detikfood

Biryani - Beras Digoreng Bersama Rempah

Biryani (Nastaliq: بریانی ; bahasa Hindi: बिरयानी) atau biriani (beriani) adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari beras basmati) yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging. Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani[1]). Nama hidangan ini berasal dari bahasa Parsi, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang.[2] Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.[3]

Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Biryani berbeda dengan pullao (pilaf) dalam cara memasak. Sewaktu membuat pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.[4]

Pelancong dan pedagang Parsi memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.

* wikipedia
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Nasi Briyani ala Rumah Makan Almira

Jakarta - Di mana sih Kampung Arab-nya Jakarta? Ternyata, luasnya Jakarta Raya ini membuat satu Kampung Arab saja tidak cukup. Di Jakarta Timur ada kawasan Cawang-Condet yang ramai dihuni kaum jamaah. Di Jakarta Pusat, mereka kebanyakan bermukim di sekitar Tanahabang. Tetapi, sejak lama pula ruas Jalan Raden Saleh di Jakarta Pusat merupakan "pusat" hunian kaum keturunan Arab. Bukankah Raden Saleh sendiri yang dulu mempunyai puri (mansion) di jalan itu adalah juga seorang ningrat dari kalangan ini?

Maka, tidaklah mengherankan bila di sepanjang jalan ini dapat dijumpai beberapa rumah makan dan restoran yang khusus menyajikan masakan Arab. Beberapa nama lama masih bertahan di sini, sekalipun sudah muncul pula restoran baru dengan dekor maupun eksterior yang lebih mewah dan modern.

Favorit saya di sini adalah Rumah Makan Almira. Ini gara-gara dulu saya pernah ditraktir Mas Harun Musawa yang ketika itu memang berkantor di dekat sana juga. Almira adalah sebuah rumah makan sederhana, tetapi dengan citarasa Arabia yang autentik. Saya bahkan pernah membungkus nasi briyani untuk oleh-oleh bagi almarhum Husein Mutahar - pencipta ode "Syukur" dan beberapa lagu nasional lain - yang juga dikenal sebagai seorang lekkerbek (epicurian, pedoyan makan). Seingat saya, komentarnya ketika itu adalah: "Kurang sedikiiiit. Harusnya pakai acar nanas, supaya lebih ng-Arab." Semoga Kak Mut bahagia bersama Allah di surga.

Nasi briyani-nya (Rp 35 ribu) memang istimewa. Sekalipun tidak memakai beras basmati (yang mahal karena harus di-impor), nasi kebuli Almira bumbunya nancep di lidah. Kekuatan Almira memang pada bumbunya yang intens. Kalau tidak salah observasi, rumah makan ini dimiliki oleh keturunan Arab dari Jawa Timur. Karena itu di sini juga ada sop kikil (Rp 35 ribu) yang khas Kampung Ampel - kampungnya kaum keturunan Arab di Surabaya.

Satu porsi nasi briyani disajikan dengan beberapa potong kambing goreng yang juga sangat gurih dan empuk. Kondimennya adalah sambal tomat-seledri dan acar timun-tomat yang bernuansa asam-manis. Top markotop!

Selain nasi briyani yang juara, juga ada nasi bukhari - juga sering disebut sebagai nasi khabsah - yaitu nasi yang dimasak dengan bumbu dan berbasis tomat. Nasi goreng kambingnya juga berkualitas di atas rata-rata nasgorkam favorit Jakarta lainnya. Favorit lain di antara kaum Arab yang menjadi pelanggan rumah makan ini adalah marakh alias sop kambing (Rp 35 ribu) yang dimakan dengan roti hobus.

Sate kambing dan kambing goreng Almira juga dapat diandalkan. Tidak doyan kambing? Rugi besar. Tetapi, oke-lah. Anda juga dapat memesan ayam goreng atau gado-gado di sini. Jangan lupa, minuman pendampingnya yang khas adalah kopi jahe.

Tidak hanya menjual makanan. Di halaman belakang yang menghadap ke Jalan Raden Saleh I, Almira juga menyediakan tempat yang nyaman dan teduh untuk mengisap pipa air (shisha) berbagai citarasa dan aroma. Juga ada sebuah toko kecil yang menjual berbagai suvenir dari Timur Tengah. Bila Anda suka madu Yaman - the best in the world - Anda dapat membeli di sini dengan harga Rp 250 ribu per botol. Saya suka almond disangrai sebentar, kemudian dikucuri sedikit madu Yaman.

Cikini di Gondangdia. Mampir sini, cicipi kebuli Almira
RM Almira
Jl. Raden Saleh 6B
Jakarta Pusat


* detikfood
lihat juga : tamani, sandwich, burger