Jumat, 29 Oktober 2010

Cardamon Konsep Sajian Masakan Asia modern

KAYA RASA: Seorang juru masak Restoran Cardamon mengolah menu makanan buat pengunjung. Tempat makan yang berlokasi di Mal Grand Indonesia, Jakarta, ini mengunggulkan menumenu Asia yang dikenal kaya rempah. INGIN menikmati ragam menu Asia dengan cara buffet? Di Cardamon keinginan Anda bisa terpenuhi karena tidak banyak restoran yang menerapkan konsep seperti ini. Sudah sejak lama diketahui masakan dari Asia menjadi favorit bagi para pencinta kuliner di seluruh dunia. Hal itu tidak mengherankan, dibanding Eropa ataupun Amerika,makanan dari negara-negara tropis tergolong kaya rempah dan bumbu yang penting bagi peningkatan cita rasa. Masakan Asia juga selalu identik dengan pemakaian sambal dan saus. Dengan begitu, variasi menu yang disajikan pun menjadi sangat beragam. Karena itu, para chef amat menikmati proses mengolah masakan dari Asia akibat begitu banyak cara meracik menu yang bisa dilakukan. Menurut sejarah, negara-negara Asia selatan dan tenggara seperti Indonesia,Malaysia,Vietnam,Sri Langka, serta Thailand banyak dipengaruhi oleh hidangan dari China. Itu dikarenakan bahan-bahan yang digunakan dalam masakan China tak sulit didapat di negara Asia tropis. Mengingat kekhasannya yang sudah tersohor di mancanegara, Restoran Cardamon akhirnya menerapkan konsep sajian masakan Asia modern yang tersaji secara buffet. Restoran yang terletak di lantai 5 West Mall, Grand Indonesia, Jakarta,ini menyediakan beragam menu yang siap dinikmati pengunjung. ”Masakan Asia kami pilih karena memang beberapa tahun belakangan tren masakan ini sedang banyak diminati masyarakat.Apalagi variasi menu ini beragam dan yang pasti sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia,” kata PR & Marketing Restoran Cardamon Emir Gumilar Sumantri. Nama Cardamon berasal dari tanaman dengan nama latin amomum cardamomum atau di Indonesia disebut kapulaga yang selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan lebih banyak digunakan untuk campuran jamu.Kapulaga biasanya digunakan untuk menambah rasa sedap dan wangi dalam minuman dan makanan.Selain itu, kapulaga juga dapat menghilangkan bau amis yang berasal dari ikan.Melalui manfaat yang terkandung dalam kapulaga, Cardamon hadir di tengah-tengah penikmat kuliner di Indonesia dengan cara unik dan berbeda dibandingkan tempat makan lain. Emir mengatakan,dengan konsep fine dining,Cardamon yang buka sejak 10 Juni 2008 menyajikan hidangan pilihan yang mengutamakan kualitas dan variasi menu terbaik dari beberapa negara di Asia. Di antaranya ragam fusion sushi,dim sum,ramen,beef bowl,dan tom yum.Tidak ketinggalan masakan tradisional seperti mi aceh, tumis brokoli, chicken rica-rica, dan nasi goreng. ”Kami juga menyediakan masakan Western,tapi tetap diolah dengan cita rasa Asia. Kami sajikan secara buffet,namun ada juga yang ala carte. Pengunjung tinggal memilih sesuai selera.Setiap hari ratarata ada 20–26 menu buffet,” tutur Emir. Dari segi interior, Cardamon yang memiliki kapasitas hingga 100 orang lebih mengandalkan desain kontemporer modern.Penataan ruang cenderung mengutamakan warna kontras merah dan hitam serta perpaduan antara desain klasik dan modern. Iringan alunan musik lembut membuat suasana menjadi nyaman pada saat Anda bersantap,baik bersama keluarga, kerabat,maupun rekan bisnis. Agar tidak membosankan di mata konsumen,menu buffet Cardamon diganti tiap dua minggu sekali. Namun jangan takut, semua masakan di sini merupakan pilihan terbaik para chef andal restoran yang memiliki tagline The Best Selected Asiatic Cuisine ini.”Yang kurang diminati kami ganti,tapi yang disukai tetap dipertahankan,” imbuh Emir. Bukan konsep all you can eat seperti di restoran lain, Cardamon menganut konsep serupa yang bisa diartikan setiap konsumen yang datang bisa terpuaskan oleh kualitas makanan yang disajikan di sini, tanpa harus menikmati banyak masakan agar tidak rugi dengan harga yang sudah dibayar. Dengan demikian, kualitas serta pelayanan di tempat ini akan selalu diutamakan. Emir menuturkan, salah satu menu favorit Cardamon adalah short ribs yang berasal dari daging sapi yang diolah sedemikian rupa sehingga empuk dengan rasa yang kaya rempah.Bumbunya sangat terasa dan menyerap ke dalam daging. Dengan tambahan saus pilihan, lidah Anda pasti bergoyang ketika menikmatinya.Patut dicoba. Makanan ini juga dibuat fresh karena dimasak ketika pengunjung memesan. Selain itu, tamu juga dapat melihat cara mengolah menu lezat ini secara langsung melalui live cooking di hadapan konsumen. ”Menu ini menjadi andalan karena paling banyak dinikmati dan diminta oleh pengunjung tetap Cardamon,”terang Emir. Untuk menikmati short ribs,Anda dapat memilih saus yang tersedia yaitu rasa teriyaki, barbeque,mushroom, sweet and sour, dan sweet chili soya. Selain itu, ada pula menu andalan lain yakni mi aceh.Menu asal Bumi Serambi Mekkah ini dibuat tidak terlalu pedas seperti aslinya, namun tetap menawarkan keautentikan serta kekhasan mi aceh. Di jajaran dessert, Cardamon menyediakan pisang goreng karamel, aneka puding, salad, manisan buah, dan es krim, yang semuanya mampu membangkitkan selera makan. (rendra hanggara- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com

Sosis Darah - Sarapan Tradisional Irlandia

Sosis darah atau sosis hitam (bahasa Inggris: black pudding atau blood sausage) adalah sosis berukuran besar dari usus hewan yang diisi darah dan lemak.[1] Sosis ini dimatangkan dengan cara direbus hingga isinya mengeras. Selain memakai darah babi, sosis bisa dibuat dari darah hewan lain seperti sapi, anak sapi, atau domba, namun hasilnya kurang baik.
Sosis darah adalah bagian dari sarapan pagi di Inggris, Skotlandia dan Irlandia. Sosis darah adalah pelengkap sarapan dan disajikan seperti sosis putih yang merupakan makanan sarapan tradisional Irlandia dan Skotlandia. Sosis darah dapat dimakan tanpa dimasak, namun kebanyakan dihidangkan setelah dipanggang atau direbus.

Kota Bury di Lancaster sangat terkenal akan sosis darah. Begitu pula halnya, kota Clonakilty di County Cork yang mengekspor sosis darah sebagai makanan khas. Salah satu produk perusahaan makanan Co. Clare's adalah sosis darah dengan merek Bonina Black Pudding. Produk ini berasal dari desa Miltown Malbay di bagian barat County Cork. Pembuatannya masih tradisional dan jarang diproses di pabrik.
sumber: WIkipedia

Nasi Dagang Khas Malaysia

Nasi dagang adalah makanan Malaysia berupa nasi yang ditanak bersama santan kelapa, dan disajikan bersama lauk kari ikan ikan tongkol. Hidangan ini berasal dari negara bagian Terengganu dan Kelantan. Di Terengganu, nasi dagang dibuat dari campuran beras dan ketan yang ditanak bersama santan kelapa. Nasi dagang terengganu dihidangkan dengan kuah nasi dagang yang dimasak dengan menggunakan bumbu khas Malaysia (cabai, kunyit, lengkuas, sereh), dan berbeda dengan bumbu kari dari India. Nasi dagang kelantan biasanya berwarna merah karena dicampur ketan merah. Bumbu nasi dagang berupa bawang merah, biji kelabet, dan daun sereh. Kari ikan tongkol atau tenggiri sering kali merupakan satu-satunya lauk untuk nasi dagang. Lauk lain untuk nasi dagang misalnya kari kambing atau kari kepala ikan. Nasi dagang berbeda dari nasi lemak yang umumnya dimakan bersama ikan bilis dan telur. Hidangan ini disebut nasi dagang karena pada zaman dulu dibawa sebagai bekal oleh orang kampung yang pergi untuk berdagang. Sewaktu bepergian jauh, pedagang membawa nasi berisi kari ikan dan acar yang dibungkus daun pisang. 
Sumber: wikipedia

Kamis, 28 Oktober 2010

Nurungji (누룽지) adalah

Nurungji (누룽지) adalah sisa kerak yang tersisa setelah menanak nasi di dasar panci memasak nasi (gamasot). Kerak nasi merupakan makanan ringan khas orang Korea. Saat memasak nasi terlalu lama, maka nasi yang berada di dasar panci akan gosong dan menjadi kekuning-kuningan. Inilah yang dinamakan dengan nurungji. Nurungji dikenal akan rasa dan baunya yang unik, yakni garing dan sedikit gosong. Pada masa lalu, saat rakyat kekurangan bahan makanan, para istri akan mengkonsumsi nurungji, sementara kaum pria tidak mengkonsumsi nurungji. Pada saat ini makanan ringan ini telah dikembangkan dalam bentuk permen, kue dan minuman. Jika nurungji dalam gamasot dituangkan dengan air dan diminum, maka dinamakan sungnyung.
Sumber: wikipedia

Berbagai Macam Variasi Spaghetti ala Jepang


Spaghetti mungkin akan diidentikan dengan makanan khas Italia. Nah, pernahkah Anda mencoba Spaghetti ala Jepang? Wayomen menyediakan berbagai macam variasi spaghetti ala Jepang, dengan racikan original dan otentik dari chef japanese food yang berasal dari Jepang, Mr. Uramoto Shigetoshi, yang memberikan sensasi baru dalam menikmati hidangan pasta.

Bosan dengan Italian style white creamy atau tomato base pasta? Cobalah Bang2 Chicken Pasta Wayo-Men yang disajikan dengan campuran vegetables, grilled chicken dengan Japanese goma sauce. Atau apakah Anda pencinta seafood sekaligus pecinta pedas? Cobalah Okinawan Festive, seafood soup pasta pedas dengan racikan original Wayo-Men spicy miso akan memberikan pengalaman baru dalam pasta kuliner yang Anda cicipi.

Pernah mencoba satu hidangan dengan dua style rasa yang berbeda? Wayo-Men menyajikan menu Ayam Kuah Pasta with Ra-Oil. Pertama, coba dulu beberapa suap pasta tanpa soup. Setelah itu, masukan chicken soup ke dalam pasta yang tersedia. Dijamin, yang akan terlintas dalam pikiran Anda, “Lho, mengapa rasanya jadi lain ya?”

Set menu di Wayo-Men juga sangat terjangkau. Tiga set menu yang bisa dipilih adalah Healthy Set Menu, Soup Pasta Menu, dan Spice Set Menu. Dengan perpaduan pilihan original pasta dan Japanese mini burger, dengan kurang dari Rp 50.000, kita bisa menikmati hidangan yang membuat kenyang. Terjangkau bukan?

Satu lagi keunikan Wayo-Men, pada menu Japanese Burger, Wayo-Men membuat sendiri (in-house) burger bun yang digunakan: always fresh from the oven! Disajikan dengan beef atau chicken dengan racikan teriyaki sauce chef Wayo-Men, Japanese burger Wayo-Men dijamin bisa membuat ketagihan.

Saat mampir, jangan lupa mencicipi Japanese Donburi Rice. Cobalah Crunch Fish Don, Spicy Chicken Don, atau Wayo-Men’s Original Omelets Rice. Untuk side dish, bisa dicoba Popcorn Dory atau Agedashitofu with Ra-oil. Dessert? Tenang saja, ada in-house made dessert seperti Green Tea Tiramisu dan Japanese Roll Cake.

Yang menarik, Wayomen melakukan penggantian dan penambahan menu baru setiap 3-4 bulan. Sepertinya, sudah menjadi komitmen Wayo-Men untuk selalu memberikan pengalaman Japanese Pasta culinary yang baru kepada pengunjungnya. Always something different. Always something new!


Sumber: OpenRice.com

Aneka Makanan Jepang di Ginszie Café

Dengan lokasi strategis menempati ruko tiga lantai di Jl. Siliwangi No.1A Sukasari, Ginszie Café hadir sebagai tempat yang cukup menyenangkan untuk hang out bersama rekan. Ruko yang direnovasi menjadi tempat makan itu, menyediakan berbagai menu makanan dan minuman dengan sajian menu utama masakan bercitarasa oriental, seperti dim sum, noodle, dan kalian.

“Selain itu kami juga menyediakan menu masakan Jepang seperti sapo dan teriyaki serta menu masakan Indonesia seperti kangkung hot plate dan gurame asam manis,” ujar Corrie S., marketing executive Ginszie Café kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dikatakan Corrie, tempat yang ikut dikelolanya itu sudah beroperasi sejak 2001. Kafe itu sendiri menyediakan lebih dari 100 kursi untuk tiga lantai tempat makannya. “Tempat kami sudah sering dipakai untuk acara ulang tahun, arisan, meeting, sampai pesta pernikahan,” terangnya. Di lantai dua dan lantai tiga, imbuhnya, ruangan yang tersedia lebih besar dibandingkan lantai pertama. “Bisa menampung lebih dari 200 orang pada satu lantai,” lanjutnya.

Meski mengusung nama kafe, konsep tempatnya sendiri lebih cenderung ke arah resto. “Keunggulan tempat kami, karena menghadap langsung ke Jl. Siliwangi, sehingga pengunjung dapat melihat langsung kesibukan lalulintas sambil menikmati menu yang kami sajikan,” ujarnya seraya menambahkan, Festival Capgomeh nanti yang akan melintasi tempatnya, paling nyaman duduk bersandar di kafenya berteman menu-menu istimewa sambil menonton pertunjukan-pertunjukan kebudayaan yang lewat beriringan.

Corrie juga menambahkan, Ginszie Café yang memiliki karyawan berjumlah 10 orang itu dibuka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 10.00 sampai 21.30. “Untuk Sabtu malam, kami buka sampai pukul 22.30 karena biasanya tempat kami tetap ramai sampai menjelang tutup pada hari itu,” jelasnya.

Menu makanan dan minuman yang disediakan di kafe itu lebih dari 100 jenis. Untuk makanan, kafe itu mengandalkan masakan dim sum yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu steam dim sum, seperti hakao, siomai, kaki ayam, chasio pao, cikaw, cien pao, dan na yu mas. Sedangkan fried dim sum, menyajikan masakan-masakan seperti lumpia udang, lumpia tausa, pangsit udang, bola kumis naga, dan fried cien pao. “Menu dim sum kami jual dengan harga per porsi Rp. 12.00,” papar Corrie.

Selain dim sum sebagai menu favorit, tempat itu juga menyediakan bubur ayam ala Hong Kong yang diberi harga Rp. 11.000. Favorit menu yang lain, adalah nasi goring sea food seharga Rp. 15.000, dan pu yung hai dengan harga Rp. 16.500 per porsi.

Untuk menu minuman, Corrie menjelaskan, mocktail merupakan jenis menu minuman yang paling banyak dipesan pengunjung tempatnya. “Hampir semua menu mocktail kami digemari pengunjung,” ujarnya.

Mocktail yang terdiri dari sembilan jenis minuman dengan nama asing itu, seperti Slim ‘n Trim, Shirley Temple, Sunset Beach, Waterfall, Lemon Squash, Orange Squash, Thai Coffee, Happy Soda, dan Milky Soda dibandrol dengan harga mulai Rp. 7.000 sampai Rp. 13.000.

Menu lain yang digemari, lanjut Corrie, adalah dessert yang menyediakan ice cream sundae mix dengan harga Rp. 12.000, Sundae Apricot, Tropical Fruit, Peanut Ice Cream, Chocolate Rock Sundae, dan Cappucinoes yang dijual dengan harga Rp. 10.000, dan Aloha Fruit Punch sebagai menu minuman termahal dengan harga Rp. 17.500.



*rasajati
table8, sushi tei, burger

Spaghetti khas Mossy Cafe.

Dengan berbekal perut yang keroncongan, Tim Petualang Kuliner masih semangat untuk menelusuri Jl. Pajajaran yang tak pernah habis-habis menyediakan keunikan citarasa. Betapa tidak, sepanjang Jl. Pajajaran yang terbentang dari titik perempatan Plaza Jambu Dua hingga titik pertigaan Ekalokasari Plaza, begitu banyak warung tenda yang berdiri.

Dalam kebingungan untuk memilih akan singgah di tempat makan yang mana, kami terpaksa ’menghitung kancing’. Setelah di tang-ting-tung dan ini-minni-myni-moe, akhirnya kami memutuskan untuk memberikan perut kami menu-menu masakan istimewa di sebuah warung tenda berbilik.

Mossy Cafe, itulah tempat makan yang kami pilih. Dengan ramah, sang pelayan memberikan menu yang berjumlah sekitar duaratus jenis makanan dan minuman itu. Aduukh, rasanya seperti mengikuti ujian saja, benar-benar bingung ingin makan apa. Untungnya, Iqbal Zulkarnaen, owner Mossy Cafe datang menghampiri dan ia tampak mengerti kebingungan kami.

”Kalau boleh, saya menyarankan untuk memesan Spagheti ala Mossy Cafe. Rasanya tak kalah dengan buatan hotel berbintang, loh. Kebetulan spaghetti merupakan menu baru yang ditawarkan tempat kami dengan harga Rp 10.000,” kata Iqbal kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sambil menunggu pesanan datang, kami berbincang sebentar dengan Iqbal mengenai cara pengolahan spaghetti khas Mossy Cafe. ”Pengolahan mie spaghetti dan sausnya biasa saja, namun yang berbeda adalah pengolahan dagingnya. Kami menggoreng dagingnya terlebih dahulu agar lebih kriuk,” ungkap Iqbal.

Selang beberapa waktu, akhirnya pesanan kami pun hadir dengan aromanya yang mampu membuat terbit air liur ini. Orkes di dalam perut pun berbunyi nyaring bagai ingin segera meminta jatah. Iqbal mempersilahkan spaghetti yang telah terhidang untuk dicicipi. Melihat tampilan porsi spaghetti di hadapan, kami sempat diam membeku karena porsinya benar-benar disediakan khusus bagi orang yang kelaparan.

Aroma keju yang terpanggang yang dipadu dengan wangi sausnya tercium sangat kentara. Mencium wanginya saja, sudah terasa nikmat apalagi bila sudah sampai di mulut. Aroma itu mampu mencairkan kebekuan sesaat, yang kemudian dengan serentak kami pun menyerbu spaghetti itu.

Sebelum keju dan sausnya dicampur dengan spaghetti, kami menyempatkan diri untuk uji citarasa spaghetti itu terlebih dahulu. Rasa pedas saus sambal dan gurih asin keju parut yang bertebaran di atas spaghetti, membuat kami hanya bisa menganggukkan kepala saja, mencoba mengerti rasa yang disuguhkan.

Seusai uji citarasa, kami pun segera melanjutkan dengan mengaduk rata semua pernak-pernik rasa yang tersaji hingga menyatu. Untaian spaghetti yang mirip seperti mie pun berputar dan melilit di kepala garpu. Gulungan spaghetti pertama itu dengan cepat masuk ke mulut, citarasa yang padu makanan khas ala Itali itu pun menyebar ke seluruh relung rasa, membangkitkan kenikmatan unik nan menggelitik.

Gumpalan-gumpalan daging goreng yang sempat dikatakan kriuk itu, ternyata cukup empuk dan kenyal. Kekenyalan dagingnya seakan berlomba dengan kekenyalan spaghetti, dan terus menggoda kami untuk secepatnya menghabiskan hidangan itu hingga suapan terakhir. Meski mulut ini megap-megap kepedasan, spaghetti khas Mossy Cafe mampu mengepung perut ini hingga menggembung.

Untungnya, gelas-gelas kesejukan telah tersedia untuk menghilangkan rasa pedas yang membuat mulut terasa jontor dan perut terasa panas ini. Milkshake ala Mossy Cafe bagaikan petugas pemadam panas yang lihai mendinginkan suhu mulut dan perut yang meninggi.

Gelas-gelas Milkshake yang terdiri dari tiga rasa, yakni vanilla, orange, dan strawberry itu seakan khusus diramu untuk menuang kesegaran bagi peminumnya. ”Milkshake khas Mossy Cafe dibuat dari bahan campuran ice cream, sehingga rasa yang muncul sangat digemari pengunjung tempat kami,” ungkap Iqbal.

Iqbal pun menambahkan, dalam waktu dekat Mossy Cafe akan menambah jam operasionalnya, yang biasanya mulai membuka tempat mulai pukul 17.00. ”Untuk meningkatkan servis dan memuaskan pelanggan, kami akan buka mulai dari siang. Akan tetapi belum ditetapkan kapan, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkasnya.



* rasajati